Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menag Nasaruddin Umar: Kerukunan dan Politik Bebas Aktif Jadi Modal Indonesia Hadapi Dinamika Global

Senin | Juli 20, 2026 WIB Last Updated 2026-07-20T08:38:36Z
“Konflik itu tidak bisa diselesaikan dengan bensin, tetapi harus disiram dengan air kesejukan,” ujar Menag saat menjadi narasumber Podcast Open The Door di Kantor Kementerian Agama, Minggu (19/7/2026). Foto: Kemenag

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menilai kerukunan dan pengalaman panjang bangsa Indonesia dalam merawat keberagaman menjadi modal sosial penting untuk menghadapi dinamika geopolitik global.


Menurut Menag, sikap keterbukaan ini diperkuat oleh prinsip politik luar negeri bebas aktif sebagaimana diamatkan dalam UUD 1945. Prinsip ini memberi ruang bagi Indonesia untuk membangun komunikasi yang tenang dan konstruktif dengan berbagai pihak tanpa terikat pertentangan blok tertentu.


“Kita selalu menempuh politik jalan tengah. Kita bisa dekat dan berkomunikasi dengan siapa pun karena politik bebas aktif sebagaimana dituntunkan dalam Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Menag saat menjadi narasumber Podcast Open The Door di Kantor Kementerian Agama, Minggu (19/7/2026).


Menag menegaskan bahwa politik 'jalan tengah' bukan berarti Indonesia bersikap pasif. Indonesia tetap berkontribusi aktif menyampaikan pandangan dan mencari penyelesaian konflik dunia melalui pendekatan yang menyejukkan.


“Konflik itu tidak bisa diselesaikan dengan bensin, tetapi harus disiram dengan air kesejukan,” tuturnya.


Selain politik bebas aktif, Menag menyebut budaya maritim dan pesisir Nusantara turut membentuk karakter masyarakat Indonesia yang terbuka, adaptif, serta siap merawat perbedaan. Karakter tersebut diperkuat oleh fondasi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Kondisi kerukunan nasional ini dibuktikan melalui capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 yang mencatatkan angka 77,89 atau masuk dalam kategori tinggi.


Menag pun menaruh harapan besar kepada generasi muda untuk terus menjaga prinsip dasar kebangsaan serta meneladani para pendiri bangsa yang selalu menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update