Laporaninformasi.com (Batam) – Pemerintah Kota Batam bergerak cepat untuk mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, memimpin langsung apel kesiapan razia gabungan kendaraan bermotor di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kota Batam, Rabu (29/7/2026).
Langkah ketat ini diambil menyusul masih rendahnya angka kepatuhan masyarakat dalam menunaikan kewajiban pajak kendaraan. Berdasarkan data Pemkot Batam, tingkat kepatuhan wajib pajak saat ini baru menyentuh angka 30 hingga 40 persen.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemerintah, tetapi juga kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan pelayanan publik," ujar Firmansyah saat memberikan arahan.
Operasi penertiban ini digelar untuk menggenjot penerimaan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, Pemkot Batam menerjunkan tim gabungan lintas instansi yang melibatkan Ditlantas Polda Kepri, Samsat Kepri, Bapenda Kepri, Bapenda Kota Batam, Dinas Perhubungan Kota Batam, hingga PT Jasa Raharja.
Meskipun razia digelar secara ketat, Firmansyah menginstruksikan seluruh personil di lapangan agar mengedepankan pendekatan edukatif ketimbang represif. Ia menegaskan pentingnya etika dan profesionalisme untuk menjaga kenyamanan para pengguna jalan.
"Laksanakan tugas dengan baik, santun, dan tetap menjaga ketertiban lalu lintas. Jangan sampai pelaksanaan razia justru menimbulkan kemacetan atau mengganggu aktivitas masyarakat," tegasnya.
Ia menambahkan, peningkatan penerimaan dari Pajak Kendaraan Bermotor akan berdampak langsung pada kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Suntikan dana PAD ini nantinya difokuskan untuk mendukung pembiayaan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan publik di seluruh kawasan Kota Batam.
"Dengan meningkatnya kepatuhan membayar pajak kendaraan, penerimaan daerah juga akan meningkat sehingga berbagai program pembangunan yang telah direncanakan dapat terlaksana secara optimal," pungkas Firmansyah. *Jel/red*
