Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Putus Rantai Kemiskinan, Kemensos Bawa Teknologi Pengolahan Sampah BRIN ke KPM Bansos

Kamis | Juli 30, 2026 WIB Last Updated 2026-07-30T02:38:38Z
Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Prof. Nunung Nuryartono di Ruang Rapat Utama Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (29/7/2026). Foto: Kemensos

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat penyelenggaraan program Sekolah Rakyat serta memperluas program pemberdayaan masyarakat.


Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Prof. Nunung Nuryartono di Ruang Rapat Utama Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (29/7/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Prof. Nunung Nuryartono menegaskan kesiapan pihaknya dalam menyokong program prioritas Kemensos melalui penyusunan kajian berbasis bukti (evidence-based policy), penerapan teknologi tepat guna, hingga evaluasi program secara berkala.


BRIN menawarkan evaluasi komprehensif terhadap ekosistem Sekolah Rakyat—program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang difokuskan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Evaluasi ini mencakup aspek infrastruktur, kurikulum, tata kelola, hingga dampak terhadap perkembangan siswa.


Selain dukungan riset, BRIN menyiapkam intervensi teknologi tepat guna, seperti sistem pencarian air bersih, pemanenan air hujan, desalinasi, hingga pengolahan sampah. Salah satu inovasi unggulannya adalah LASAMOR, yakni teknologi pengolahan sampah rumah tangga yang dirancang bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial.


"Pengolahan sampah tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Teknologinya sudah tersedia dan siap disinergikan bersama Kementerian Sosial," ujar Prof. Nunung.


Menanggapi hal tersebut, Wamensos Agus Jabo menyambut positif kolaborasi riset dan teknologi tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan perubahan paradigma Kemensos yang tidak lagi berfokus sekadar menyalurkan bantuan sosial, melainkan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat miskin.


Agus Jabo memaparkan tiga mandat utama Presiden yang kini diemban Kemensos, yakni pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penyaluran bansos tepat sasaran, serta penguatan Sekolah Rakyat.


"Program pemberdayaan berbasis kampung ini sangat sejalan dengan tawaran BRIN. Selama ini kami sudah memulai gerakan Kampung Bersih dan Berdaya, sehingga teknologi pengolahan sampah dari BRIN dapat menjadi penguat agar sampah memiliki nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Agus Jabo.


Sebagai tindak lanjut, Kemensos dan BRIN sepakat untuk segera menyusun mekanisme kerja sama teknis antar-satuan kerja agar seluruh skema riset dan penerapan teknologi tepat guna dapat langsung diimplementasikan di lapangan. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update