Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dorong Serapan Kerja, Wali Kota Tanjungpinang Instruksikan Disnaker Surati Perusahaan Tetangga

Rabu | Juli 15, 2026 WIB Last Updated 2026-07-15T01:38:25Z
Pemerintah Kota Tanjungpinang mengambil langkah agresif untuk menekan angka pengangguran, Selasa (14/7/2026). Foto: Diskominfotjpinang

Laporaninformasi.com (Batam) – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mengambil langkah agresif untuk menekan angka pengangguran dengan memperluas penetrasi tenaga kerja lokal ke wilayah tetangga, seperti Kabupaten Bintan dan Kota Batam. Strategi "jemput bola" ini diklaim sukses menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau hingga hampir satu persen.


Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pembukaan lapangan kerja baru di dalam kota, melainkan aktif bertindak sebagai intermedian atau penghubung antara pencari kerja lokal dengan dunia usaha yang tengah berkembang di kawasan sekitar.


Menurut Lis, kehadiran sektor ritel modern di dalam kota hingga ekspansi industri di wilayah penyangga memberikan kontribusi nyata terhadap penyerapan tenaga kerja asal Tanjungpinang.


“Sudah turun, lebih kurang hampir satu persen. Seperti contoh dengan dibukanya Indomaret, paling tidak punya pengaruh meskipun kecil,” ujar Lis kepada awak media, Selasa (14/7/2026).


Lis mengungkapkan, Pemko Tanjungpinang sejauh ini telah memfasilitasi warganya untuk menembus sejumlah korporasi besar yang beroperasi di wilayah tetangga. Dua di antaranya adalah raksasa industri di Kabupaten Bintan.


“Alhamdulillah sudah banyak masyarakat Tanjungpinang yang dibantu bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) maupun di Bintan Power,” sebut Lis.


Guna memastikan keberlanjutan serapan tenaga kerja ini, Lis menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tanjungpinang untuk bergerak lebih masif dalam membangun jejaring komunikasi dengan sektor industri, baik yang berada di Bintan maupun Kota Batam.


“Saya minta Dinas Tenaga Kerja memfasilitasi dan menyurati perusahaan di Bintan dan Batam, agar bisa memfasilitasi anak-anak kita untuk bekerja,” tegasnya.


Sebagai basis strategi, Pemko Tanjungpinang akan mengoptimalkan data pencari kerja yang terdaftar melalui penerbitan kartu kuning (AK-1). Data tersebut nantinya akan digunakan oleh Disnaker untuk melakukan link and match—mencocokkan kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki warga Tanjungpinang dengan spesifikasi kebutuhan yang diminta oleh pihak perusahaan.


Melalui integrasi data dan perluasan akses informasi ini, Lis berharap hambatan birokrasi dalam mencari kerja dapat dipangkas, sehingga semakin banyak masyarakat Tanjungpinang yang mendapatkan peluang kerja produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update