Laporaninformasi.com (Jakarta) – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas visi besarnya terhadap dunia olahraga tanah air. Pemerintah berkomitmen penuh untuk melihat olahraga bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan sebagai instrumen kehormatan bangsa dan penggerak ekonomi.
Hal tersebut ditegaskan Menpora Erick Thohir dalam konferensi pers usai pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lobi Kemenpora, Jakarta, Jumat (10/7/2026) sore. Ia menilai Kepala Negara memiliki pemahaman yang mendalam mengenai fundamental pembinaan atlet yang ideal.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang mengerti apa itu manfaat olahraga sebagai kehormatan, dan mengerti bagaimana persiapan atlet itu harus jangka panjang," kata Erick Thohir di hadapan awak media.
Erick mengungkapkan bahwa dalam arahannya, Presiden Prabowo menggarisbawahi pentingnya program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang. Pemerintah memastikan tidak akan mengambil langkah instan atau program jangka pendek dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang kompetitif di pentas dunia.
"Bapak Presiden Prabowo sangat paham sekali dengan dampak ekonomi dari olahraga, Bapak Presiden juga paham mengenai pelatnas jangka panjang. Kemarin di peluncuran B 50 sama, yang intinya tidak ada program keolahragaan jangka pendek. Itu kira-kira yang beliau sampaikan," jelas Menpora.
Lebih lanjut, Erick menjabarkan bahwa perhatian khusus dari Presiden Prabowo ini tidak hanya ditujukan pada cabang olahraga tertentu seperti sepak bola, melainkan berlaku universal untuk seluruh cabang olahraga yang memiliki potensi memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.
Menurutnya, kesuksesan para atlet di kancah internasional memegang peranan krusial sebagai national branding untuk menaikkan reputasi negara di mata dunia. Selain itu, sektor ini juga menyimpan potensi ekonomi makro yang masif melalui pengembangan industri olahraga terintegrasi dan pariwisata berbasis olahraga (sport tourism).
“Kalau bicara prestasi, itu national branding. Yang mengibarkan bendera Merah Putih di luar negeri adalah para atlet. Di sisi lain, prestasi tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang luar biasa melalui pengembangan industri olahraga,” pungkas Erick. *Jel/red*
