Laporaninformasi.com (Tapanuliutara) – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, memberikan apresiasi tinggi terhadap pameran fotografi "Toba Heritage" yang digelar di Huta Art Space, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Pameran ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, khususnya subsektor fotografi di Indonesia.
"Horas! Pameran ini menjadi wadah penting untuk menampilkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan warisan Toba melalui karya fotografi yang menginspirasi. Melalui lensa para fotografer, kita diajak untuk menghargai kekayaan identitas bangsa yang menjadi sumber kreativitas dan kebanggaan Indonesia," ujar Teuku Riefky di sela-sela kunjungannya, Sabtu (11/7/2026).
Pameran yang mengusung semangat "Rekonstruksi Visual tentang Warisan" ini berlangsung selama dua bulan, mulai dari 10 Juni hingga 10 Agustus 2026. Sebanyak 47 karya visual dari 10 fotografer dipamerkan, merekam apik warisan seni budaya, arsitektur hunian masyarakat, hingga lanskap alam kawasan Danau Toba yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal.
Lebih lanjut, Teuku Riefky menjelaskan bahwa Sumatera Utara merupakan salah satu wilayah prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional. Kekuatan budaya, talenta kreatif lokal, dan lanskap kelas dunia seperti Danau Toba menjadi modal utama yang luar biasa.
"Dalam konteks tersebut, fotografi bukan hanya medium ekspresi tetapi juga berperan dalam memperkuat promosi kunjungan turis, membangun narasi daerah, dan menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," tambah Menekraf.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Bank Tabungan Negara (BTN) yang turut menyukseskan gelaran Toba Heritage Photo Exhibition 2026 ini, dengan harapan ruang apresiasi bagi fotografer lokal semakin terbuka lebar.
Sementara itu, pendiri Huta Art Space sekaligus fotografer profesional, Edward Tigor Siahaan, menuturkan bahwa pameran ini bertujuan membangun ekosistem fotografi yang berkelanjutan di kawasan Danau Toba. Seluruh karya yang dipajang telah melalui proses kurasi ketat oleh fotografer senior Indonesia, Darwis Triadi, serta berkolaborasi dengan Komunitas Fotografer Danau Toba (KFDT).
"Toba Heritage bukan sekadar pameran fotografi, tetapi menjadi ruang temu bagi para fotografer lokal untuk bertumbuh, saling belajar, dan memperkenalkan kekayaan warisan Danau Toba kepada masyarakat yang lebih luas," ungkap Edward. Ia menambahkan, kehadiran Menekraf menjadi suntikan motivasi moral yang besar bagi komunitas kreatif setempat.
Selain meninjau pameran foto, Menekraf Teuku Riefky juga menyempatkan diri singgah ke Piltik Coffee. Kunjungan ini dilakukan guna memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku kreatif di subsektor kuliner lokal, sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional secara holistik melalui penguatan ruang kreatif dan peningkatan kapasitas talenta.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menekraf turut didampingi oleh jajaran pejabat Kemenekraf, antara lain Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Agus Syarip Hidayat, Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Dadam Mahdar, Tenaga Ahli Menteri Bidang Keprotokolan Panji Purboyo, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Media dan Opini Publik Hasbil Mustaqim Lubis. *Jel/red*
