Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diduga Sopir Truk Alami Microsleep, Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di Tol JORR Tewaskan 1 Orang

Minggu | Juli 19, 2026 WIB Last Updated 2026-07-19T11:42:04Z
Kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan terjadi di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) KM 54+600 arah Cakung, Sabtu (18/7). Foto: Divhumaspolri

Laporaninformasi.com (Jakarta) – Kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan terjadi di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) KM 54+600 arah Cakung, Sabtu (18/7) siang. Insiden maut ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka, yang diduga kuat dipicu oleh pengemudi truk kontainer yang mengalami microsleep (tertidur sesaat).


Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Rieki Indra Bratamanggala, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat seluruh kendaraan melaju dari arah Bintara menuju Cakung di lajur satu. Lima kendaraan di depan dilaporkan sedang mengurangi kecepatan karena arus lalu lintas yang padat.


Namun nahas, truk kontainer yang melaju dari arah belakang diduga kehilangan kendali akibat pengemudinya terserang kantuk sesaat, sehingga langsung menabrak kendaraan di depannya.


“Truk kontainer yang berada di belakang diduga mengalami microsleep, sehingga truk menabrak kendaraan di depannya,” ujar Rieki.


Kecelakaan beruntun tersebut melibatkan satu mobil pikap, satu mobil boks, dua truk trailer, dan dua truk. Akibat benturan keras tersebut, pengemudi truk kontainer, Gandi Sugandi (59), dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, pengemudi mobil pikap bernama Hamdan Hidayat mengalami luka berat, dan Jajang Irawan yang mengemudikan truk mengalami luka ringan. Seluruh korban kini telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis.


Tragedi ini menjadi alarm keras bagi para pengguna jalan mengenai bahaya microsleep. Berdasarkan data resmi Korlantas Polri, microsleep adalah kondisi di mana seseorang tertidur selama beberapa detik tanpa disadari. Meski singkat, kondisi ini sangat fatal jika terjadi saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.

Gejala yang Harus Diwaspadai: Mata terasa berat dan sering berkedip lambat, Menguap berulang kali dan sulit menjaga fokus, Kepala terasa berat hingga cenderung tertunduk dan Kendaraan mulai keluar dari jalur tanpa disadari.


Langkah Pencegahan dari Korlantas Polri: Cukup Istirahat Pastikan durasi tidur terpenuhi sebelum melakukan perjalanan jauh, Jeda Berkendara Beristirahatlah setiap dua hingga empat jam di rest area terdekat, Jangan Paksakan Diri Jika kantuk menyerang, segera menepi. Ingat, kopi atau minuman berkafein hanya memberikan kewaspadaan sementara dan tidak bisa menggantikan kebutuhan fisik untuk tidur dan Hindari Obat Mengantuk Jangan mengonsumsi obat yang menyebabkan kantuk sebelum memegang kemudi.


Keselamatan di jalan raya tidak hanya soal kelaikan mesin kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik pengemudi. Berhenti sejenak untuk beristirahat adalah keputusan bijak demi menyelamatkan nyawa diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update