Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dialog Hangat Gus Ipul di Sekolah Rakyat: Dorong Adaptasi Siswa dan Tegaskan Larangan Perundungan

Minggu | Juli 19, 2026 WIB Last Updated 2026-07-19T11:51:19Z
"Di Sekolah Rakyat tidak boleh ada perundungan (bullying), menghina suku maupun agama, dan melakukan kekerasan fisik maupun seksual" ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekolah Rakyat DKI Jakarta pada Sabtu (18/7). Foto: Kemensos

Laporaninformasi.com (Jakarta) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, hadir dan berdialog langsung dengan siswa-siswi Sekolah Rakyat DKI Jakarta pada Sabtu (18/7) malam. Kehadiran Mensos di sela-sela akhir pekan pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini bertujuan untuk memberikan motivasi sekaligus memantau proses adaptasi para siswa baru.


Dalam dialog tersebut, Gus Ipul memberikan semangat kepada para siswa agar dapat segera menyesuaikan diri dengan ritme dan jadwal pembelajaran di Sekolah Rakyat yang cukup padat.


"Memang hari pertama, kedua, ketiga, kadang-kadang masih ingat orang tua. Tapi percayalah nanti satu-dua bulan yang akan datang, anak-anakku akan bisa mengikuti proses pembelajaran. Ini bukan tahun pertama, sudah ada kakak-kakakmu yang lebih dulu," ujar Gus Ipul menenangkan.


Gus Ipul juga mengajak para siswa untuk optimis menatap masa depan. Ia menceritakan bagaimana lulusan angkatan pertama terdahulu yang awalnya kurang percaya diri, namun akhirnya mampu menorehkan berbagai prestasi setelah dibimbing oleh para guru dan wali asuh yang hebat. Ia menegaskan bahwa setiap anak yang belajar di sekolah tersebut memiliki nilai dan potensi yang sama.


"Oleh karena itu tidak perlu kecil hati, tidak perlu rendah diri. Setiap siswa Sekolah Rakyat berharga dan tidak dibeda-bedakan. Setiap ciptaan Tuhan pasti memiliki bakat dan kelebihan tersendiri," tuturnya.


Suasana dialog menjadi hangat saat beberapa siswa bergantian membagikan cerita mereka. Calysta (12), salah satu siswi baru, dengan jujur menceritakan fase adaptasinya yang sempat menangis karena rindu orang tua sebelum akhirnya mulai terbiasa.


Sementara itu, siswi lain bernama Jessi membagikan kisah harunya yang sempat putus asa tidak bisa melanjutkan sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga. Harapannya kembali tumbuh setelah diterima di Sekolah Rakyat. Jessi juga mengapresiasi tingginya rasa toleransi di sekolah tersebut, di mana ia yang merupakan minoritas tetap dirangkul dengan hangat oleh teman-temannya.


Mendengar kisah tersebut, Gus Ipul memanfaatkan momen untuk memberikan penegasan keras terkait lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Ia mengingatkan dengan tegas agar seluruh elemen sekolah menjaga nilai-nilai toleransi.


"Di Sekolah Rakyat tidak boleh ada perundungan (bullying), menghina suku maupun agama, dan melakukan kekerasan fisik maupun seksual. Tidak boleh juga melakukan tindakan intoleransi yang tidak mau menghormati siapapun," tegas Mensos.


Acara dialog malam itu ditutup dengan doa bersama. Setelah berdialog, Gus Ipul melanjutkan agenda dengan meninjau langsung fasilitas asrama serta gedung permanen Sekolah Rakyat.


Sebagai informasi, berdasarkan hasil penjangkauan terbaru, Sekolah Rakyat DKI Jakarta saat ini menampung siswa baru yang terdiri dari 90 siswa jenjang SMA, 90 siswa jenjang SMP, dan 27 siswa jenjang SD. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update