Laporaninformasi.com (Majalengka) – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem olahraga yang inklusif dan berkeadilan. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui program Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas bertajuk "Berdaya" yang digelar di Hotel Fitra, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Kamis (16/7).
Program ToT ini dirancang bukan sekadar pelatihan sertifikasi biasa, melainkan sebuah inisiasi strategis untuk melahirkan motor penggerak serta agen pembudayaan olahraga bagi penyandang disabilitas di tingkat akar rumput.
Plt. Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kemenpora, Ahmad Arsani, memaparkan bahwa peningkatan jumlah pelatih penggerak sangat penting untuk mendongkrak partisipasi olahraga di kalangan penyandang disabilitas. Pasalnya, dari total 22,9 juta jiwa penyandang disabilitas di Indonesia, saat ini baru 11,6 persen yang aktif berolahraga.
Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan jumlah tenaga kepelatihan. Saat ini, Indonesia tercatat baru memiliki 92 pelatih disabilitas yang berlatar belakang National Paralympic Committee Indonesia (NPCI).
"Untuk mendongkrak partisipasi berolahraga serta mencetak lebih banyak atlet disabilitas berprestasi, kita membutuhkan peningkatan jumlah pelatih, pendamping, dan penggerak olahraga disabilitas yang kompeten. Itulah yang melatarbelakangi dicetuskannya program ToT 'Berdaya' ini," ujar Arsani saat pembukaan kegiatan.
Agenda ToT yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 120 peserta penggerak olahraga disabilitas dari wilayah Kabupaten Majalengka. Untuk memastikan mutu pelatihan, Kemenpora menghadirkan para pakar kepelatihan olahraga adaptif dari berbagai unsur, termasuk akademisi.
Selama pelatihan, para peserta dibekali dengan berbagai materi komprehensif, antara lain Olahraga Adaptif dan Para Sport, Klasifikasi Olahraga Disabilitas, Metode Pelatihan Adaptif, hingga teknik Identifikasi Bakat sejak dini pada penyandang disabilitas.
"Melalui program ini, Kemenpora berharap dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi pemenuhan hak berolahraga yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat," tutur Arsani menutup keterangannya. *Jel/red*
