Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tembus Panggung Internasional, Satgas Marinir TNI AL Matangkan Skenario Serangan Kilat Jelang RIMPAC 2026

Kamis | Juni 11, 2026 WIB Last Updated 2026-06-11T06:01:18Z
Foto : TNI AL

Laporaninformasi.com (Jakarta) - TNI Angkatan Laut (TNI AL) terus mematangkan dan mengasah kesiapan tempur para prajuritnya menjelang perhelatan latihan bersama multilateral terbesar di dunia, Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026 yang akan digelar di Hawaii, Amerika Serikat.


Sebagai bagian dari persiapan strategis tersebut, prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Latma Multilateral RIMPAC 2026 menggelar latihan taktis intensif di Sarana Mountaineering Kesatrian Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).


Materi utama yang digojlok dalam latihan kali ini adalah teknik fast rope (turun cepat menggunakan tali dari helikopter). Kemampuan ini merupakan salah satu materi krusial yang wajib dikuasai oleh setiap prajurit untuk mendukung operasi khusus maupun operasi tempur dengan mobilitas tinggi. Langkah ini sejalan dengan komitmen TNI AL untuk mengirimkan personel yang memiliki kesiapan mental dan taktis tingkat tinggi di panggung internasional.


Guna memastikan aspek keselamatan (zero accident) dan standardisasi materi, jalannya latihan diawasi langsung oleh Perwira Staf Logistik (Pasilog) RIMPAC, Kapten Marinir Fransiskus Ramliani. Seluruh tahapan latihan dievaluasi secara ketat guna memenuhi Prosedur Operasi Standar (SOP) internasional yang berlaku.


Dalam simulasi tersebut, para prajurit melatih teknik meluncur cepat dari ketinggian. Latihan ini menuntut ketepatan gerakan, keberanian, kekuatan fisik, serta koordinasi tim yang solid.


Kemampuan fast rope menjadi modal vital dalam skenario penyusupan pasukan ke daerah sasaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat, maupun dalam operasi lintas udara (airborne operations).


Sementara itu, Komandan Unsur Tugas (Dan UT) Letkol Mar Huda Prawira Soemarto menekankan bahwa penguasaan materi ini sangat penting untuk membentuk prajurit yang adaptif dalam menghadapi dinamika tantangan operasi modern.


"Setiap prajurit harus memahami dan menguasai materi latihan dengan baik. Laksanakan setiap tahapan dengan sungguh-sungguh, utamakan faktor keamanan, serta tunjukkan semangat juang dan profesionalisme sebagai prajurit Korps Marinir yang akan mewakili Indonesia pada Latma RIMPAC 2026," tegas Letkol Mar Huda Prawira di hadapan pasukannya disadur dari halaman TNI AL, Kamis (11/6/2026). 


Selain menguji ketangkasan individu, latihan ini sengaja dirancang untuk meningkatkan interoperabilitas atau kemampuan kerja sama taktis prajurit Marinir sebelum nantinya berintegrasi dan berkolaborasi dengan pasukan elite dari negara-negara sahabat di Hawaii.


Dalam operasi riil, keterampilan fast rope sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan serangan kilat, operasi pertempuran jarak dekat atau Close Quarter Battle (CQB), pembebasan sandera, pengamanan objek vital nasional, hingga berbagai operasi khusus lainnya yang mengandalkan unsur kejut, kecepatan, dan ketepatan tinggi. *red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update