Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peringati Hari Lahir Pancasila, Menkeu Purbaya: Setiap Rupiah APBN Adalah Amanat Rakyat

Rabu | Juni 03, 2026 WIB Last Updated 2026-06-03T08:39:26Z

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila (Kemenkeu), Jakarta, pada Senin (1/6/2026). Foto: Kemenku
 

Laporaninformasi.com  (Jakarta) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar instrumen fiskal atau hitungan angka semata. APBN merupakan amanat langsung dari rakyat yang pemanfaatannya harus berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila demi mewujudkan kesejahteraan sosial.


Pesan kuat tersebut disampaikan Menkeu Purbaya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, pada Senin (1/6/2026).


“Bagi Kementerian Keuangan, Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan fiskal, pelayanan, pengawasan, dan setiap rupiah uang negara yang kita kelola. APBN adalah amanat rakyat,” ujar Purbaya dalam amanatnya.


Purbaya mengingatkan seluruh jajaran Kemenkeu bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh terjebak dalam seremoni tahunan. Di tengah ketidakpastian global—mulai dari ketegangan geopolitik, tekanan ekonomi, hingga disrupsi teknologi—Pancasila harus menjadi jangkar moral agar kebijakan negara tetap berpihak pada keadilan dan kemanusiaan.


Dalam kesempatan tersebut, Menkeu menyampaikan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan Ekonomi Pancasila yang mengacu pada Pasal 33 UUD 1945. Sistem ekonomi ini menuntut kolaborasi erat antara negara, dunia usaha, koperasi, dan rakyat.


Purbaya menekankan pentingnya ekosistem ekonomi yang berkeadilan, di mana kelompok usaha yang kuat memiliki tanggung jawab moral untuk menopang yang lemah, serta usaha skala besar ikut mengangkat skala yang lebih kecil.


Selain itu, arahan Presiden mengenai reformasi birokrasi yang bersih, cepat, tertib, dan melayani menjadi cetak biru bagi Kemenkeu untuk terus memangkas komplikasi birokrasi dan menutup celah penyimpangan anggaran.


Menkeu juga memberikan catatan khusus mengenai pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui integritas tanpa kompromi. Ia menyebut aparat pengelola keuangan negara sebagai representasi langsung dari wibawa pemerintah di mata masyarakat.


“Setiap pegawai Kementerian Keuangan adalah penjaga wajah negara. Ketika kita melayani dengan baik, negara hadir dengan martabat. Ketika kita menolak penyimpangan, negara hadir dengan integritas,” tegasnya.


Menutup upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tersebut, Menkeu mendeklarasikan tiga komitmen wajib bagi seluruh pegawai Kemenkeu: menjaga integritas, memperkuat pelayanan, dan merawat persatuan dengan menghapus ego sektoral melalui gotong royong. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update