Laporaninformasi.com (Sukabumi) – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto secara resmi menggandeng keluarga besar Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) untuk terlibat langsung dalam percepatan pembangunan desa. Langkah ini dilakukan melalui pendekatan konsep octahelix yang menempatkan sektor akademisi sebagai salah satu aktor kunci dalam mewujudkan kemandirian desa.
Komitmen tersebut ditegaskan Mendes Yandri saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Milad ke-23 UMMI di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (12/6).
"Cita-cita mulia itu tidak mungkin dikerjakan satu atau dua orang, tidak cuma pemerintah yang bisa mengerjakannya dan tidak cuma Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Makanya saya ke sini untuk membangun tim dengan Universitas Muhammadiyah Sukabumi," ujar Yandri Susanto di hadapan civitas akademika UMMI.
Melalui pendekatan octahelix, sinergi pembangunan desa melibatkan delapan aktor strategis secara terintegrasi, yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, komunitas, media, lembaga keuangan, serta sektor teknologi dan inovasi.
Dalam hal ini, perguruan tinggi memegang peran vital untuk memberikan kajian ilmiah, melakukan riset potensi daerah, menciptakan inovasi teknologi tepat guna, serta melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat desa.
Mendes Yandri menekankan bahwa keterlibatan kampus harus berdampak pada hilirisasi keahlian. Alumni perguruan tinggi diharapkan tidak lagi sekadar menjadi pencari kerja (job seeker), melainkan mampu bertindak sebagai penggerak ekonomi yang membuka lapangan pekerjaan baru (job creator) di desa asal mereka.
"Alumni UMMI tidak mesti mencari pekerjaan, tapi bagaimana membuka lapangan kerja baru untuk rakyat. Kami di Kemendes siap untuk kerja sama melakukan hal itu membantu pemuda kembali ke desa. Jadi tinggal memang di desa, tapi pendapatan seperti orang kota," tutur Yandri.
Lebih lanjut, para alumni dan akademisi dapat berkolaborasi dengan Kemendes PDT melalui 12 rencana aksi strategis kementerian. Program-program tersebut di antaranya meliputi pengembangan desa tematik, desa ekspor, hingga optimalisasi desa wisata dengan mengacu pada potensi lokal masing-masing wilayah.
Sebagai bentuk keseriusan dan legalitas komitmen tersebut, dalam rangkaian acara milad ini juga dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemendes PDT dengan UMMI.
Kerja sama ini berfokus pada Peningkatan Kualitas Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal. Melalui kesepakatan ini, seluruh jajaran dosen hingga mahasiswa diharapkan dapat terjun langsung ke lapangan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memaksimalkan nilai ekonomi desa tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan. *Jel/red*
