Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mendag Ajak Manufaktur Nasional Bidik Pasar Global Lewat TEI 2026

Jumat | Juni 12, 2026 WIB Last Updated 2026-06-12T11:31:32Z

 

Menteri Perdagangan Budi Santoso Dalam acara CEO Gathering TEI ke-41 yang digelar di Jakarta, Kamis (11/6). Foto: Kemendag

Laporaninformasi.com (Jakarta) – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak seluruh jajaran perusahaan manufaktur nasional untuk mengambil bagian dalam gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Ajang pameran dagang terbesar di tanah air ini dijadwalkan berlangsung pada 14—18 Oktober 2026 mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.


Dalam acara CEO Gathering TEI ke-41 yang digelar di Jakarta, Kamis (11/6), Mendag menegaskan bahwa TEI tahun ini harus menjadi batu loncatan strategis bagi produk lokal untuk merajai pasar global. Pertemuan rutin tahunan tersebut dihadiri oleh 28 pimpinan perusahaan dan asosiasi dari berbagai subsektor strategis, termasuk tekstil, farmasi, elektronika, otomotif, kosmetika, BUMN industri strategis, hingga industri hilirisasi logam.


"Kami menyelenggarakan Trade Expo untuk membantu pelaku usaha memperluas pasar. Oleh karena itu, kami sangat berharap Bapak dan Ibu dapat berpartisipasi pada TEI 2026 agar semakin banyak buyer yang datang dan semakin besar transaksi yang tercipta," ujar Budi Santoso di hadapan para pelaku usaha.


Optimisme Kementerian Perdagangan (Kemendag) didorong oleh performa dagang nasional yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data periode Januari–April 2026, Indonesia berhasil mencatat surplus perdagangan sebesar USD 5,64 miliar, dengan pertumbuhan ekspor mencapai 5,48 persen secara tahunan (year-on-year).


Lebih impresif lagi, capaian pada April 2026 ini memperpanjang catatan gemilang Indonesia yang sukses membukukan tren surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut.


"Hal ini menunjukkan, produk Indonesia tetap memiliki daya saing dan diminati pasar internasional," tegas Mendag.


Selain industri skala besar, lonjakan signifikan juga terjadi pada jalur pelaku usaha kecil. Nilai transaksi program business matching khusus sektor UMKM periode Januari–April 2026 telah menembus angka USD 193 juta. Angka ini melonjak tajam melewati perolehan sepanjang tahun 2025 penuh yang berada di angka USD 134,8 juta.


Untuk mendongkrak target transaksi tahun ini, Kemendag menyiapkan strategi jemput bola melalui jaringan Perwakilan Perdagangan (Perwadag) RI yang tersebar di luar negeri.


Peserta yang mendaftar TEI 2026 dipastikan mendapat hak eksklusif untuk mengikuti sesi presentasi (pitching) produk langsung di hadapan para Perwadag. Selanjutnya, tim Perwadag di tiap negara akan bergerak memetakan dan mencarikan buyer potensial yang sesuai dengan profil produk peserta sebelum pameran fisik resmi dibuka.


“Ketika perusahaan sudah mendaftar, kami fasilitasi mulai dari pitching, pencarian buyer, hingga business matching. Bahkan, tidak sedikit transaksi terjadi sebelum pelaksanaan Trade Expo Indonesia,” jelas Budi.


Sebagai gambaran kesuksesan metode ini, pada gelaran TEI tahun lalu, nilai transaksi hari pertama langsung meroket di angka USD 9,98 miliar berkat penandatanganan 131 kontrak dagang yang sudah diinisiasi sejak awal.


Rencana gelaran TEI ke-41 ini disambut hangat oleh para raksasa manufaktur dalam negeri. Perwakilan PT Bio Farma, Andhika Hamdan Zalfar, mengakui efek nyata yang mereka rasakan setiap tahunnya.


“Kami hampir setiap tahun mengikuti TEI dan pengalaman kami sangat positif. TEI menjadi ajang yang tidak mengecewakan bagi perusahaan yang ingin memperkenalkan produknya ke pasar internasional,” kata Andhika.


Senada dengan Bio Farma, Venny Haryanto selaku perwakilan dari emiten tekstil PT Pan Brothers Tbk, menilai TEI sebagai wadah interaksi paling efektif yang difasilitasi oleh pemerintah.


“TEI merupakan kesempatan sangat baik dari pemerintah untuk membantu perusahaan Indonesia memperkenalkan produknya kepada buyer internasional. Kami dapat memperluas jaringan dan membuka lebih banyak peluang bisnis dengan pelanggan dari berbagai negara,” pungkas Venny. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update