Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kemenkop Gandeng Dekopinwil Jatim Akselerasi Operasionalisasi KDKMP

Jumat | Juni 12, 2026 WIB Last Updated 2026-06-12T06:10:08Z

 

 Wamenkop Farida saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah Rakerwil Dekopinwil Jawa Timur di Surabaya, Selasa malam (9/6/2026). Foto: Wamenkop

Laporaninformasi.com (Surabaya)  — Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengajak Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (DEKOPINWIL) Jawa Timur untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal keberhasilan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Peran gerakan koperasi dinilai sangat krusial untuk memastikan KDKMP yang telah terbentuk mampu tumbuh sehat, produktif, dan profesional.


Hal tersebut disampaikan Wamenkop Farida saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DEKOPINWIL Jawa Timur di Surabaya, Selasa malam (9/6/2026). Forum strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, jajaran pimpinan DPRD Jatim, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim.


"Pemerintah terus mendorong penguatan koperasi sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi nasional. Koperasi harus menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang modern, profesional, sehat, dan mampu bersaing di tengah perubahan zaman," ujar Farida.


Farida menjelaskan bahwa pengembangan KDKMP merupakan salah satu agenda strategis nasional pemerintah untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru dari level terbawah. Program ini diproyeksikan mampu memperkuat rantai pasok nasional, memperluas akses pembiayaan, serta menaikkan nilai tambah produk lokal langsung di tingkat desa dan kelurahan.


Provinsi Jawa Timur sendiri mencatatkan posisi yang sangat signifikan dalam program ini. Saat ini, telah terbentuk sebanyak 8.494 KDKMP yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Jatim.


Bamen, pada peringatan Hari Koperasi Nasional Tahun 2026 di Kabupaten Nganjuk baru-baru ini, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah meresmikan operasionalisasi 1.061 KDKMP secara nasional, di mana 530 unit atau hampir separuhnya berada di wilayah Jawa Timur.


“Hal ini menunjukkan bahwa Jawa Timur berada di garis depan implementasi program strategis nasional tersebut,” tegas Wamenkop.


Dengan potensi besar tersebut, Farida menilai peran DEKOPIN dan DEKOPINWIL sangat sentral dalam menjaga nilai, prinsip, dan jati diri koperasi di lapangan, sementara pemerintah menyiapkan regulasi serta ekosistem pendukungnya.


Kemenkop berharap DEKOPINWIL Jatim dapat mengambil peran aktif dalam memperkuat pendidikan perkoperasian serta meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas di tingkat tapak.


Langkah ini diperkuat oleh posisi tawar Jawa Timur yang memegang status raksasa dalam peta perkoperasian nasional. Berdasarkan data Online Data System (ODS) Kementerian Koperasi, Jawa Timur saat ini memiliki 29.233 koperasi aktif dengan jumlah anggota mencapai 7.021.652 orang, serta mencatatkan volume usaha fantastis sebesar Rp44,34 triliun.


“Saya berharap Jawa Timur dapat menjadi salah satu lokomotif keberhasilan pengembangan KDKMP di Indonesia. Mari memperkuat kolaborasi dan membangun sinergi yang lebih erat antara gerakan koperasi, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Farida. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update