Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gelar Pesparawi XIV di Manokwari, Kemenag Kampanyekan Gerakan Ramah Lingkungan

Rabu | Juni 03, 2026 WIB Last Updated 2026-06-03T07:58:28Z

Kemenag memulai Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026. Foto: Pesparawi

Laporaninformasi.com (Jakarta) – Kementerian Agama (Kemenag) resmi memulai seluruh tahapan persiapan perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026. Ajang akbar yang akan dipusatkan di Manokwari, Papua Barat pada 18 hingga 28 Juni 2026 mendatang ini membawa misi baru, yakni mengawinkan nilai-nilai spiritual keagamaan dengan gerakan peduli lingkungan.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa agenda nasional ke-14 ini sengaja didesain untuk membangun kesadaran kolektif umat dalam menjaga bumi. Menurutnya, kegiatan keagamaan berskala besar harus memberikan kontribusi nyata terhadap kelestarian ekologi.


"Melalui Pesparawi Nasional XIV, kita ingin menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan bangsa yang berkelanjutan," ujar Nasaruddin saat meluncurkan acara Kick Off Pesparawi Nasional XIV secara hybrid di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta.


Sebagai langkah konkret dari tema "Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan", Menag menginstruksikan penerapan protokol hijau yang ketat selama sepuluh hari acara berlangsung. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan tumbler pribadi, membatasi penggunaan plastik sekali pakai, serta menerapkan sistem pengelolaan sampah yang baik dan pola hidup berkelanjutan.


Selain fokus pada isu lingkungan, Menag menekankan bahwa Pesparawi merupakan momentum krusial untuk mempererat persaudaraan dan moderasi beragama di Indonesia. Ia mengibaratkan kemajemukan bangsa seperti sebuah grup paduan suara yang keindahannya lahir dari jalinan nada yang berbeda.


"Harmoni tidak lahir dari keseragaman. Harmoni tercipta ketika berbagai suara yang berbeda mampu berpadu dalam satu tujuan yang sama. Sebagaimana paduan suara menghasilkan keindahan, demikian pula Indonesia menjadi kuat karena keberagaman yang dirajut dalam kebersamaan," tuturnya.


Nasaruddin juga berharap gaung spiritual dari kompetisi ini mampu memperdalam penghayatan keimanan masing-masing pemeluk agama, sekaligus memancarkan wajah Indonesia yang damai dan penuh kasih.


Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag, Jeane Marie Tulung, menjelaskan bahwa acara Kick Off ini bertujuan mematangkan sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Daerah Papua Barat, Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN), serta pimpinan aras gereja nasional.


“Kami berharap dukungan dan kolaborasi semua pihak agar penyelenggaraan Pesparawi dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang luas bagi umat, masyarakat, serta bangsa Indonesia,” kata Jeane.


Secara teknis, perhelatan yang didasarkan pada Keputusan Menteri Agama Nomor 285 Tahun 2025 ini diprediksi akan menyedot sekitar 8.000 peserta perwakilan dari 38 provinsi di seluruh Indonesia. Para peserta nantinya akan berkompetisi dalam 12 kategori lomba yang menampilkan kekayaan seni paduan suara serta musik gerejawi nusantara.(Jel*red*)

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update