Laporaninformasi.com (Batam) - Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, resmi mengukuhkan kepengurusan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (DK3) Provinsi Kepulauan Riau periode terbaru. Prosesi pengukuhan yang menjadi langkah strategis perlindungan ketenagakerjaan ini digelar di Kantor Tribun Batam, Selasa (9/6/2026).
Dalam sambutannya, Wagub Nyanyang menegaskan bahwa pembentukan dan pengukuhan DK3 Kepri ini bukan sekadar agenda seremonial belaka. Langkah ini merupakan respons nyata pemerintah daerah dalam menjawab tantangan keselamatan kerja modern, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2016.
Sebagai wadah tripartit non-struktural, DK3 mengintegrasikan tiga unsur utama, yakni pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Lembaga ini memikul tanggung jawab besar dalam memberikan rekomendasi kebijakan, memetakan mitigasi risiko, serta membumikan budaya K3 di seluruh sektor industri.
"Pemerintah membutuhkan dukungan DK3 untuk memastikan setiap kebijakan keselamatan kerja berjalan efektif dan mampu menjawab tantangan industri yang terus berkembang pesat," tegas Nyanyang.
Nyanyang memaparkan, iklim kerja yang aman dan kondusif memiliki korelasi langsung terhadap performa ekonomi daerah. Terbukti, pada Triwulan I Tahun 2026, perekonomian Kepulauan Riau sukses tumbuh melesat sebesar 7,04 persen secara year-on-year (y-on-y).
Capaian impresif ini menempatkan Provinsi Kepri di peringkat pertama dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera, sekaligus menduduki peringkat kelima di tingkat nasional.
"Jadikan keselamatan pekerja sebagai prioritas tertinggi. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin Kepri dapat menjadi model nasional dalam penerapan budaya keselamatan kerja," tambah Wagub.
Dalam struktur kepengurusan yang baru, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi, mendapat amanah ganda. Hendri resmi dilantik sebagai Wakil Ketua DK3 Provinsi Kepri sekaligus dipercaya menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas DK3 Kepri.
Masuknya unsur pimpinan Diskominfo ini diharapkan mampu memperkuat diseminasi informasi, tata kelola organisasi, serta digitalisasi sosialisasi program keselamatan kerja ke masyarakat luas dan pelaku usaha.
Acara pengukuhan ini terbilang istimewa dengan kehadiran Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Johanis Tanak, yang turut menyaksikan jalannya pelantikan sebagai bentuk dukungan terhadap transparansi dan tata kelola ketenagakerjaan yang bersih.
Selain itu, tampak hadir jajaran petinggi sektor ketenagakerjaan dan mitra keuangan, di antaranya Kepala Wilayah Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Sumbar-Riau Ibkar Saloma, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Nagoya Suci Rahmad, Kepala Cabang Bank Tabungan Negara (BTN) Batam Fidelis Zebua, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri Diky Wijaya, serta perwakilan Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Riski Aditya.
Agenda ditutup dengan diskusi interaktif bersama perwakilan serikat pekerja dan asosiasi pengusaha, guna menyamakan persepsi menyongsong visi Kepri sebagai zona percontohan Zero Accident di Indonesia. *red*
