Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Banjir Bandang Solok: Pemerintah Pusat Siap Fasilitasi Kebutuhan Fisik dan Penguatan Anggaran Daerah

Jumat | Oktober 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T10:16:42Z
Bima saat meninjau langsung Posko Darurat Bencana Hidrometeorologi Banjir Bandang di Kabupaten Solok, Kamis (1/10/2026). Foto: Kemendagri

Laporaninformasi.com (Solok) — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memastikan pemerintah pusat siap memfasilitasi segala kebutuhan penanganan pascabanjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Dukungan ini difokuskan untuk menunjang keberlanjutan masa tanggap darurat, khususnya pekerjaan fisik seperti normalisasi sungai, serta kecukupan alat berat dan personel di lapangan.


Hal tersebut ditegaskan Bima saat meninjau langsung Posko Darurat Bencana Hidrometeorologi Banjir Bandang di Kabupaten Solok, Kamis (1/10/2026). Dalam peninjauannya, ia mengapresiasi kesiapsiagaan serta langkah-langkah taktis yang telah diambil oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Solok dalam menghadapi bencana.


"Kesiapsiagaan Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, dan jajaran ini sungguh luar biasa. Kami melihat langkah-langkah taktis di lapangan sudah dilakukan," ujar Bima.


Kunjungan ini dilakukan guna memantau perkembangan terbaru sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak Pemda Solok yang berencana memperpanjang masa tanggap darurat selama tujuh hari ke depan. Menurut Bima, fase lanjutan tanggap darurat ini harus didukung oleh sumber daya yang memadai, mengingat masih banyaknya pekerjaan fisik yang harus diselesaikan.


"Karena sekilas kami lihat di lapangan memang masih memerlukan banyak sekali kerja-kerja fisik untuk normalisasi. Tentunya dalam fase berlanjutnya tanggap darurat ini, kira-kira apakah alat berat cukup, apakah personel cukup, dan sejauh mana BNPB juga mengalokasikan tenaga serta sumber dayanya," tambahnya.


Selain penanganan darurat, Wamendagri juga meminta Pemkab Solok untuk mulai memetakan langkah mitigasi jangka panjang guna menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Ia menyarankan agar masukan dari para pakar—termasuk opsi relokasi atau penataan ulang fasilitas pemerintahan yang terdampak—dikaji secara matang.


Di sisi lain, Bima menekankan pentingnya menjaga kelangsungan pelayanan publik di tengah kerusakan sejumlah kantor pemerintahan akibat banjir bandang. Ia mengingatkan agar keamanan dokumen dan arsip penting turut menjadi prioritas agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.


Isu mengenai optimalisasi anggaran turut menjadi sorotan. Bima menilai realisasi Transfer ke Daerah (TKD) harus dimaksimalkan demi memberikan dampak nyata bagi pemulihan ekonomi dan kesejahteraan warga Kabupaten Solok. Pemerintah pusat dan daerah, kata dia, perlu memperkuat koordinasi guna mengatasi berbagai kendala penyerapan anggaran.


Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok yang disampaikan oleh Bupati Solok Jon Firman Pandu, sebagian besar warga terdampak kini telah kembali ke rumah masing-masing. Kendati demikian, tercatat masih ada empat kepala keluarga (KK) yang bertahan di posko pengungsian akibat rumah mereka mengalami kerusakan berat.


Sebelumnya, bencana banjir bandang di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, sempat memaksa 570 jiwa mengungsi. Sebanyak 62 jiwa di antaranya menempati empat titik pengungsian terpusat, sementara 508 jiwa lainnya memilih mengungsi secara mandiri di kawasan Griya Arosuka dan perkantoran Arosuka. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update