Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Seludupkan 413 Ton Beras dan Garam Ilegal Senilai Rp7,8 Miliar, Impor Garam dan Beras di TPS Surabaya Digagalkan

Selasa | September 22, 2026 WIB Last Updated 2026-09-22T07:39:45Z
 TNI AL Kodaeral V mendampingi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam konferensi pers, Selasa (22/9/2026). Foto: Tnial

Laporaninformasi.com (Surabaya) – Sinergi antarlembaga kembali membuahkan hasil dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) V mendampingi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam konferensi pers pengaggalan impor ilegal ratusan ton beras dan garam senilai Rp7,8 miliar di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Selasa (22/9/2026).


Dalam penindakan tersebut, petugas berhasil mengamankan total 413 ton barang impor tanpa dokumen resmi. Rincian barang bukti terdiri dari 2.049 bag beras dengan total berat 202.450 kilogram, serta 4.220 bag garam seberat 211.000 kilogram. Berdasarkan pendataan awal, potensi nilai barang ilegal ini diperkirakan mencapai Rp7,853 miliar.


Hadir mewakili Komandan Kodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto, Komandan KRI Butana-878 Mayor Laut (P) Verdyanto A.N. menegaskan bahwa keikutsertaan TNI AL dalam penindakan ini merupakan wujud nyata komitmen pengawasan wilayah perairan dan pelabuhan dari masuknya komoditas ilegal.


"Langkah ini adalah bentuk sinergi penegakan hukum untuk melindungi tata niaga komoditas nasional serta mencegah kerugian negara," ujar Verdyanto di lokasi kegiatan.


Senada dengan hal tersebut, Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur I, Rusman Hadi, bersama Kepala Bea Cukai Tanjung Perak, Agus Liza Cahyono, menegaskan bahwa penindakan ini dilakukan guna memastikan seluruh aktivitas perdagangan internasional mematuhi regulasi yang berlaku demi melindungi petani dan produsen lokal.


Konferensi pers ini turut dihadiri Direktur Utama PT TPS Ali Sodikin, Danramil Pabean Cantikan Mayor Inf Prasetyo Edi Tunggal, serta Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Yusuf Sinadria.


Kodaeral V berkomitmen akan terus memperkuat koordinasi dengan Bea Cukai, aparat penegak hukum, dan instansi terkait untuk memperketat pintu-pintu masuk barang di wilayah kerjanya demi menjaga stabilitas ekonomi nasional. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update