Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wamensos Agus Jabo: Pendidikan Adalah Sarana Utama Memutus Rantai Kemiskinan

Senin | September 21, 2026 WIB Last Updated 2026-09-21T07:36:05Z
Wamensos Agus Jabo saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, Minggu (20/9/2026). Foto: Kemensos

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak yang terputus dari bangku sekolah melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sentra Dharma Guna Bengkulu.


Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan, keberadaan SKB merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus langkah strategis memutus rantai kemiskinan intergenerasi.


"Jalur pendidikan adalah sarana yang paling fundamental untuk memutus transmisi kemiskinan. Tugas kita bersama adalah menjemput, mendampingi, dan mengantarkan anak-anak ini untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita hidupnya," ujar Agus Jabo saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SKB Sentra Dharma Guna Bengkulu secara daring dari Jakarta, Minggu (20/9/2026).


Agus Jabo membeberkan bahwa faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama jutaan anak di Indonesia tidak dapat mengenyam pendidikan. Oleh karena itu, kehadiran SKB difungsikan sebagai wadah penampung bagi anak-anak yang belum terakomodasi di Sekolah Rakyat akibat keterbatasan daya tampung.


Ia menekankan bahwa kondisi finansial keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi seorang anak untuk mengukir prestasi dan meraih masa depan yang lebih baik.


"Anak-anak ini adalah anak-anak hebat yang hanya membutuhkan peluang dan ruang. Kalau yang mampu bisa bersekolah dengan biaya sendiri, maka bagi yang tidak mampu, negaralah yang wajib hadir menjemput dan membiayai mereka," tegas Wamensos.


Dalam kesempatan tersebut, Agus Jabo menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang terlibat di lapangan, khususnya para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan pendamping rehabilitasi sosial yang aktif melakukan penyisiran serta asesmen anak-anak putus sekolah.


Mengakhiri pengarahannya, Wamensos mengajak Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, hingga para pendamping untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjangkau anak-anak marjinal.


"Jangan hanya bekerja berdasarkan tugas dan fungsi teknis semata, tetapi mari kita bekerja dengan hati nurani. Kita harus menjemput anak-anak dari keluarga miskin agar mereka bisa bersekolah dan meraih impian mereka," pungkas Agus Jabo. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update