Laporaninformasi.com (Newyork) — Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan pentingnya penguatan konektivitas secara menyeluruh antara negara-negara ASEAN dan Pacific Alliance guna menghadapi tantangan global dan mempererat hubungan kedua kawasan.
Hal tersebut disampaikan Menlu Sugiono dalam Pertemuan ke-9 Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN-Pacific Alliance yang beranggotakan Cile, Kolombia, Meksiko, dan Peru. Pertemuan strategis ini diselenggarakan di sela-sela High Level Week Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2026).
Menjelang peringatan dua dekade kerja sama antara ASEAN dan blok ekonomi Amerika Latin tersebut, Menlu Sugiono memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen bersama dalam menjaga keterbukaan ekonomi.
"ASEAN dan Pacific Alliance merepresentasikan dua kawasan yang semakin terhubung, baik melalui pasar, masyarakat, maupun berbagai peluang kerja sama," tegas Menlu Sugiono.
Ia menekankan bahwa kerja sama lintas kawasan ini tidak boleh hanya berhenti pada tataran makro, melainkan memerlukan fondasi yang lebih solid.
"ASEAN dan Pacific Alliance perlu konektivitas yang lebih kuat. Tidak hanya konektivitas fisik, tetapi juga konektivitas digital dan hubungan antarmasyarakat. Ini bertujuan untuk mewujudkan kemitraan yang lebih efektif dan berkelanjutan," ujarnya.
Sebagai langkah konkret menerjemahkan konektivitas tersebut, Indonesia mengusulkan penguatan kerja sama kota cerdas (smart cities). Potensi ini dinilai mampu menghubungkan kota-kota besar di kawasan ASEAN dengan kota-kota utama di Meksiko, Peru, Cile, and Kolombia agar kemitraan terasa lebih dekat dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pertemuan ke-9 tingkat menteri ini dipimpin bersama oleh Thailand dan Meksiko. Selama ini, ruang lingkup kerja sama mencakup sektor ekonomi, pendidikan, kepemudaan, lingkungan hidup, hingga pariwisata. Sebagai salah satu bentuk nyata kolaborasi, pada tahun 2025 lalu kedua kawasan telah meluncurkan ASEAN-Pacific Alliance Online Learning Initiative on Tourism yang berfokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Meski terpisahkan oleh jarak geografis yang cukup jauh, sinergi antara 11 negara anggota ASEAN dan 4 negara Pacific Alliance diyakini mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru serta memperkuat ikatan sosial budaya antarmasyarakat di kedua belahan dunia. *Jel/red*
