Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Terapkan Transparansi, TNI AD Pantau Program Ketahanan Pangan 50 Desa Lewat Dashboard Real Time

Rabu | Juli 22, 2026 WIB Last Updated 2026-07-22T03:46:52Z
Seminar Nasional Ketahanan Pangan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam di Hotel Aston, Jakarta Barat, Selasa (21/7/2026). Foto: Tniadmil

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa pelaksanaan tugas perbantuan TNI AD kepada kementerian dan lembaga negara telah dikoordinasikan secara matang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendukung program-program strategis pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Hal tersebut disampaikan Kasad usai menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam Seminar Nasional Ketahanan Pangan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Hotel Aston, Jakarta Barat, Selasa (21/7/2026).


"Itu kan semua kita terkoordinasi dengan kementerian. Jadi kita sampaikan, kementerian minta tolong ke kita (TNI), kita membantu program-program yang sudah ada. Tadi saya tekankan bahwa kami di tentara tidak ada program yang ingin memiliki, tapi kami ingin mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan petani lebih baik kehidupannya," ujar Maruli kepada wartawan.


Dalam paparannya bertajuk "Ketahanan Pangan dalam Perspektif Pertahanan Negara dan Ketahanan Wilayah", Jenderal Maruli menjelaskan bahwa ancaman terhadap kedaulatan bangsa saat ini telah bergeser. Menurutnya, potensi krisis tidak lagi sebatas ancaman militer, melainkan juga krisis pangan, perubahan iklim, gangguan rantai pasok global, hingga dinamika geopolitik.


Oleh karena itu, penguatan sektor pangan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi ketahanan nasional.


Di hadapan para peserta seminar, Maruli turut mendorong generasi muda dan mahasiswa untuk tidak memandang sebelah mata sektor pertanian. Ia menilai sektor ini memiliki prospek yang cerah bagi masa depan Indonesia.


"Saya ingin memotivasi mereka bahwa pertanian cukup menjanjikan sebetulnya, namun membutuhkan perjuangan cukup panjang dan juga kerja keras. Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi bagi mereka," tambahnya.


Sebagai bentuk komitmen nyata di lapangan, TNI AD tengah menjalankan program pembinaan wilayah di sekitar 50 desa. Menariknya, pelaksanaan program ini dipantau secara langsung menggunakan sistem dashboard digital real-time.


Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat memastikan seluruh proses pendampingan berjalan secara transparan, terukur, dan akuntabel.


Melalui keterlibatan aktif ini, TNI AD memastikan akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan guna mewujudkan kemandirian pangan sekaligus memperkuat kedaulatan NKRI. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update