Laporaninformasi.com (Kendal) – Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Hor.) (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, M.B.A., melakukan kunjungan kerja maraton ke wilayah Kodam IV/Diponegoro, Rabu (8/7/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kesiapan tiga Satuan Teritorial Pembangunan (Sat TP) di Jawa Tengah.
Dalam peninjauan tersebut, Menhan didampingi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., S.Sos., M.Si., dan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa. Kehadiran para petinggi pertahanan ini disambut langsung oleh Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma beserta jajaran pejabat kewilayahan.
Rangkaian peninjauan diawali di Yonif TP 935/Satria Bahurekso yang berada di Kabupaten Kendal. Dari Kendal, rombongan bertolak menuju Kabupaten Pati untuk mengecek Yonif TP 936/Satria Joyokusumo, dan mengakhiri agenda kerja di Brigif TP 43/Muria, Kabupaten Kudus.
Di setiap titik lokasi, Menhan beserta rombongan menerima paparan komprehensif mengenai progres pembangunan infrastruktur, kesiapan personel, penataan organisasi, hingga ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Tak hanya menerima laporan di atas kertas, rombongan juga langsung turun ke lapangan untuk menginspeksi berbagai fasilitas militer yang telah rampung maupun yang masih dalam tahap penyelesaian akhir.
Saat memberikan pengarahan di hadapan para prajurit, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pembentukan Satuan Teritorial Pembangunan ini memiliki nilai strategis ganda. Selain memperkuat pertahanan, satuan ini juga dirancang untuk menyokong agenda nasional.
"Keberadaan Satuan Teritorial Pembangunan merupakan bagian dari penguatan postur pertahanan yang modern dan adaptif, sekaligus menjadi motor penggerak dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah," ujar Menhan.
Menhan juga menginstruksikan kepada seluruh prajurit di lapangan untuk terus menjaga disiplin tinggi, meningkatkan profesionalisme, serta mempertebal semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kunjungan kerja ini menjadi potret nyata kuatnya sinergisitas antara Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, dan Mabesad dalam mengawal transformasi kekuatan pertahanan nasional. Melalui optimalisasi Sat TP ini, TNI Angkatan Darat diharapkan tidak hanya siap menghadapi ancaman kedaulatan, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam pemberdayaan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. *Jel/red*
