Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mensos Gus Ipul Dukung Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan Nasional di Era Presiden Prabowo

Rabu | Juli 01, 2026 WIB Last Updated 2026-07-01T04:29:18Z
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menghadiri Seminar Nasional Pengusulan Sutan Takdir Alisjahbana sebagai Pahlawan Nasional di Auditorium Universitas Nasional (Unas), Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026). Foto: Kemensos

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri Seminar Nasional Pengusulan Sutan Takdir Alisjahbana (STA) sebagai Pahlawan Nasional di Auditorium Universitas Nasional (Unas), Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026). Seminar yang diinisiasi oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Unas ini menjadi langkah krusial dalam rangkaian pemenuhan syarat administratif gelar kehormatan tersebut.


Dalam sambutannya di hadapan sekitar 350 peserta, Gus Ipul menegaskan bahwa kontribusi STA dalam meletakkan fondasi bahasa Indonesia modern setara nilainya dengan perjuangan fisik merebut kemerdekaan.


"Ada yang berjuang merebut kemerdekaan, ada pula yang mengisi kemerdekaan dengan bahasa pendidikan dan kebudayaan. Keduanya sama-sama penting," ujar Gus Ipul.


Menurut Mensos, STA bukan sekadar pengguna bahasa, melainkan arsitek yang mempersiapkan bahasa Indonesia agar mampu memikul beban sebagai bahasa persatuan, pendidikan, dan ilmu pengetahuan. Di tengah keberagaman latar belakang daerah, pemikiran STA dinilai berhasil menyatukan cara berpikir bangsa.


Gus Ipul menambahkan, momentum pengusulan tahun 2026 ini sangat tepat karena selaras dengan visi pemerintahan saat ini.


"Ini ada hal yang baru yang memang dibuka kesempatan oleh Bapak Presiden Prabowo untuk kita bisa mengusulkan tokoh-tokoh yang mungkin selama ini belum menjadi perhatian bersama kita, seperti STA," kata Gus Ipul usai acara. Ia berharap seluruh proses pengusulan dapat berjalan lancar hingga ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.


Sutan Takdir Alisjahbana dikenal luas dalam sejarah sebagai pelopor angkatan sastra Pujangga Baru dan tokoh yang memicu polemik kebudayaan visioner. Rekam jejaknya mencakup penulisan buku tata bahasa Indonesia pertama pada era pendudukan Jepang, serta komitmennya pada dunia pendidikan dengan mendirikan Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK).


Ketua Panitia Seminar sekaligus Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra Unas, Nana Yuliana, menyampaikan bahwa gagasan STA mengenai modernitas masih sangat kontekstual. Gagasan tersebut dinilai krusial untuk menakar kembali arah kebudayaan nasional di tengah arus globalisasi, terutama demi mewujudkan pembangunan manusia berkarakter menyongsong Indonesia Emas 2045.


"Dengan jasa dan pemikiran beliau yang begitu banyak, Universitas Nasional dengan dukungan Bapak/Ibu semuanya, akan mengajukan STA sebagai calon penerima gelar pahlawan pada tahun 2026 ini," tegas Nana.


Seminar nasional ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh lintas generasi, antara lain Mantan Menteri Tenaga Kerja (1999-2000) Prof. Bomer Pasaribu, Mantan MenPAN-RB (2014-2016) Prof. Yuddy Chrisnandi, Rektor Unas El Amry Bermawi Putera, serta Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenbud Restu Gunawan. Hadir pula perwakilan keluarga besar STA yang menyaksikan langsung jalannya dukungan akademis dan birokratis tersebut. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update