Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dampingi Wapres ke Papua Barat, Wamendagri Ribka Haluk: Dana Otsus Harus Berdayakan Orang Asli Papua

Rabu | Juli 01, 2026 WIB Last Updated 2026-07-01T04:45:33Z
Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat, Sabtu (20/6/2026). Foto: Kemendagri

Laporaninformasi.com (Manokwari) — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat, Sabtu (20/6/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk meninjau langsung keberhasilan pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua di sektor riil.


Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah peninjauan pabrik kakao dari hulu hingga hilir yang terletak di Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan. Komoditas unggulan ini dinilai berhasil memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.


Ribka Haluk menegaskan bahwa pengembangan industri kakao di Ransiki merupakan contoh konkret dari implementasi Dana Otsus Papua yang dikelola dengan baik, transparan, dan tepat sasaran.


“Hari ini saya mendampingi Wakil Presiden berkunjung ke sini. Ini adalah hasil dari implementasi Dana Otsus yang baik,” ujar Ribka di sela-sela peninjauan pabrik.


Menurut mantan Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah tersebut, tolok ukur keberhasilan Otsus tidak boleh hanya dilihat dari besaran anggaran yang digelontorkan, melainkan dari program nyata yang mampu memperkuat peran serta kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP).


“Pembuktian dari penggunaan Dana Otsus yang baik adalah ketika masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung. Kita tidak hanya berbicara tentang anggaran, tetapi bagaimana anggaran tersebut mampu memberdayakan orang asli Papua dan menggerakkan ekonomi daerah,” kata Ribka lugas.


Lebih lanjut, Wamendagri menyatakan komitmen penuh pemerintah pusat untuk terus memperkuat sektor-sektor produktif yang berbasis pada potensi lokal di tanah Papua. Langkah hilirisasi seperti pada komoditas kakao ini dipastikan akan terus didukung agar perputaran ekonomi terbesar tetap dinikmati oleh warga lokal.


“Melalui pengembangan kakao dari hulu hingga hilir seperti ini, kita ingin memastikan bahwa nilai tambah ekonomi dinikmati oleh masyarakat Papua sendiri. Inilah semangat otonomi khusus yang sesungguhnya,” tambahnya.


Pemerintah berharap, keberhasilan di Manokwari Selatan ini dapat menjadi pemantik bagi daerah lain di Papua untuk mengembangkan komoditas unggulan masing-masing. Kunjungan kerja bersama Wapres Gibran ini sekaligus mempertegas pengawasan ketat pemerintah agar pemanfaatan Dana Otsus ke depan terus berjalan efektif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kemajuan OAP. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update