Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lewat Tema 'HEAL', Jember Fashion Carnaval 2026 Sulap Fesyen Jadi Kampanye Lingkungan

Senin | Juli 27, 2026 WIB Last Updated 2026-07-27T04:18:08Z
Menpar Widiyanti dalam sambutannya pada puncak acara JFC 2026 yang berlangsung meriah di Alun-Alun Kabupaten Jember, Minggu (26/7/2026). Foto: Kemenpar

Laporaninformasi.com (Jember) — Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026. Menurutnya, gelaran karnaval fesyen kelas dunia ini tidak hanya berhasil memperkuat citra pariwisata Indonesia di panggung global, tetapi juga menjadi lokomotif penggerak ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM dan penciptaan lapangan kerja.


Apresiasi tersebut disampaikan Menpar Widiyanti dalam sambutannya pada puncak acara JFC 2026 yang berlangsung meriah di Alun-Alun Kabupaten Jember, Minggu (26/7/2026).


“Kita tidak hanya menyaksikan sebuah karnaval. Kita menyaksikan sebuah gagasan besar bahwa kreativitas adalah kekuatan yang mampu membangun identitas, menggerakkan perekonomian, dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia,” ujar Menpar Widiyanti.


Konsistensi JFC yang digelar sejak tahun 2003 ini membuahkan hasil manis. Pada tahun 2026, JFC kembali berhasil menembus jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) untuk keempat kalinya. Secara keseluruhan, JFC telah menjadi bagian dari kalender KEN selama enam tahun berturut-turut sejak 2021.


Kementerian Pariwisata menilai, pencapaian tersebut membuktikan bahwa JFC memiliki standar penyelenggaraan bertaraf internasional dengan kreativitas yang terus meluas.


Menpar menambahkan, dampak ekonomi dari ajang ini sangat nyata. Merujuk pada data penyelenggaraan tahun 2025, JFC tercatat mampu menyedot hingga 557.509 wisatawan nusantara dan 284 wisatawan mancanegara. Acara tersebut melibatkankan 106 pelaku UMKM, 2.643 pekerja seni, serta 558 tenaga kerja, dengan perputaran uang mencapai Rp60,21 miliar.


Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor strategis daerah, di mana JFC menjadi pilar utamanya.


"JFC adalah produk daerah yang kini telah menjadi kebanggaan nasional bahkan dikenal di tingkat internasional. JFC memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat," tutur Fawait.


Mengusung tema "HEAL: Humanity, Earth and Life", JFC 2026 mengajak masyarakat mempererat hubungan harmonis antara manusia, bumi, dan kehidupan melalui pesan pelestarian lingkungan. Pesan edukatif ini dikemas secara apik melalui empat agenda utama dan delapan defile teatrikal.


Presiden Jember Fashion Carnaval, Budi Setiawan, mengungkapkan bahwa kekuatan utama dari bertahannya JFC selama lebih dari 20 tahun berada pada proses regenerasinya.


"Di tahun ini, 99 persen konten kreatif sudah berada di tangan adik-adik generasi muda. Kami hanya mendampingi agar nilai-nilai Jember Fashion Carnaval tetap terjaga," ungkap Budi.


Ia menegaskan, JFC saat ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebuah gerakan untuk mendorong pemuda agar mandiri dan berinovasi. "Sebuah pertunjukan bukan sekadar tentang membuat kostum yang indah, tetapi juga menyampaikan sebuah pesan," imbuhnya.


Turut hadir mendampingi Menpar dalam ajang bergengsi tersebut antara lain Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar Reza Fahlevi, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Hafiz Agung Rifai, serta Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Dwi Marhen Yono. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update