Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kunjungi Sekolah Rakyat Semarang, Wamensos: Pesan Presiden Prabowo, Putus Rantai Kemiskinan dengan Percaya Diri dan Keterampilan

Sabtu | Juli 18, 2026 WIB Last Updated 2026-07-18T09:11:53Z
Sekolah Rakyat yang tengah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di Kota Semarang, Rabu (17/7/2026). Foto: Kemensos

Laporaninformasi.com (Semarang) – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyampaikan pesan penting dari Presiden Prabowo Subianto kepada ratusan siswa baru Sekolah Rakyat Kota Semarang. Pesan tersebut menekankan pentingnya rasa percaya diri, kecerdasan, dan keterampilan sebagai modal utama untuk memutus transmisi kemiskinan di Indonesia.


Hal itu disampaikan Agus Jabo saat berdialog langsung dengan 262 siswa Sekolah Rakyat yang tengah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Semarang, Rabu (17/7/2026).


"Pak Presiden ingin kalian, satu, punya kepercayaan diri yang kuat. Anak-anak Indonesia tidak boleh kalah dengan anak-anak negara lain. Kedua, kalian harus jadi anak yang pintar," ujar Agus Jabo di hadapan para siswa.


Selain kecerdasan, Wamensos menekankan bahwa siswa Sekolah Rakyat harus dibekali dengan karakter yang kuat, jiwa nasionalisme tinggi, dan kedisiplinan. Nilai-nilai ini dinilai akan membentuk fondasi kokoh bagi siswa agar memiliki toleransi serta kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.


Presiden Prabowo juga menginginkan agar anak-anak tersebut tumbuh menjadi pribadi yang terampil. Terkait hal ini, Kementerian Sosial (Kemsos) menyatakan komitmen penuh untuk memfasilitasi para siswa setelah lulus dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), baik melalui jalur akademis maupun non-akademis.


"Pak Presiden ingin nanti setelah kalian lulus SMA, yang mau kuliah akan kita antarkan untuk bisa kuliah. Yang mau bekerja akan kita antarkan untuk bisa bekerja, baik di dalam maupun di luar negeri," tegasnya.


Bagi Agus Jabo, Sekolah Rakyat bukan sekadar jembatan untuk keluar dari belenggu kemiskinan, melainkan juga berfungsi sebagai rumah kedua bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Di tempat ini, mereka bisa mendapatkan pendidikan layak, kehangatan keluarga, serta harapan untuk hidup yang lebih baik.


Suasana kebahagiaan tersebut dirasakan langsung oleh para siswa. Salah satunya adalah Abi Alfian (16), anak seorang buruh pabrik kopi, yang mengaku bersyukur bisa melanjutkan sekolah tanpa membebani ekonomi orang tuanya.


"Terima kasih, Pak Presiden. Berkat Bapak, saya bisa bersekolah di sini," ungkap Abi sumringah.


Usai berdialog, Wamensos berkeliling meninjau berbagai fasilitas sekolah, mulai dari asrama, kamar mandi, ruang makan, laboratorium, hingga toilet khusus penyandang disabilitas. Turut hadir mendampingi dalam peninjauan tersebut Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, Sekda Kota Semarang Handi Priyanto, Kepala Dinsos Prov. Jateng Imam Maskur, dan Kepala Dinsos Kota Semarang Moh. Agus Junaidi.


Sebagai informasi, kegiatan MPLS di Sekolah Rakyat Kota Semarang telah berlangsung sejak 13 Juli 2026. Dari total 262 peserta, sebanyak 87 anak menempuh jenjang Sekolah Dasar (SD), 88 anak di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 87 anak di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).


Untuk mempermudah masa penyesuaian siswa baru, MPLS diisi dengan berbagai program edukatif dan menarik, seperti pengenalan permainan tradisional, sosialisasi antiperundungan (anti-bullying), serta edukasi mengenai bahaya judi online, narkoba, dan zat adiktif lainnya. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update