Laporaninformasi.com (Tolitoli) – Senyum sumringah kini menghiasi wajah warga Desa Dadakitan dan Malempak di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Setelah menanti hampir tiga dekade, akses jalan yang dulunya berupa jalan setapak kini telah bertransformasi menjadi jalur aspal mulus yang siap mendongkrak perekonomian warga sekaligus menyokong ketahanan energi daerah.
Kepastian ini didapat setelah proyek Peningkatan Ruas Jalan Dadakitan–Malempak rampung 100 persen dan resmi diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Tolitoli. Infrastruktur vital sepanjang 6,75 kilometer ini dibangun melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) dengan mengucurkan anggaran APBN sebesar Rp20,01 miIiar.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Bambang S. Razak, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengurai isolasi wilayah dan mempercepat distribusi hasil bumi.
"Sebelum ditingkatkan, sekitar 60 persen kondisi ruas Dadakitan–Malempak masih berupa jalan setapak. Hal ini sangat menyulitkan mobilitas masyarakat dan distribusi hasil perkebunan maupun pertanian menuju jalan nasional," ujar Bambang saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).
Bambang menambahkan, pengerjaan di lapangan berjalan mulus berkat koordinasi apik dengan Pemkab Tolitoli yang sigap menyiapkan desain teknis dan kepastian lahan. Selain menguntungkan sektor pertanian, jalur ini juga menjadi urat nadi utama bagi pembangunan infrastruktur energi makro di Tolitoli.
"Sekarsng, keberadaan jalan yang lebih baik diharapkan memperlancar akses logistik menuju kawasan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang berada di ujung ruas tersebut," tambahnya.
Proyek yang dikerjakan dengan skema Single Year Contract (SYC) ini dirancang dengan spesifikasi teknis yang kokoh demi ketahanan jangka panjang. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Sulawesi Tengah, Eko Prasetyo Galih, menjelaskan bahwa jalan tersebut memiliki lebar perkerasan lima meter.
Struktur jalan terdiri dari urugan pilihan setebal 30 cm, lapis pondasi agregat kelas A setebal 20 cm, serta lapis permukaan aspal AC-WC setebal 5 cm. Tidak hanya itu, sistem drainase juga dirombak total dengan mengganti delapan titik gorong-gorong lama menggunakan box culvert precast sepanjang 64 meter guna mencegah genangan air.
"Kualitas hasil pekerjaan mengalami perubahan yang sangat signifikan, dari jalan tanah menjadi jalan beraspal dengan umur rencana mencapai 10 tahun sesuai beban maksimum kendaraan yang melintas," jelas Eko.
Meski demikian, Eko mengakui pengerjaan sempat menemui kendala cuaca ekstrem di lapangan. "Tantangan utama berupa tingginya curah hujan yang memengaruhi kondisi tanah dasar. Namun, kendala tersebut dapat diatasi melalui pengaturan jam kerja yang lebih efektif serta penerapan target harian wajib," tegasnya.
Perubahan drastis wajah infrastruktur ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Tolitoli. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tolitoli, Zulkarnain, mengaku terkejut sekaligus bangga melihat hasil akhir proyek saat melakukan inspeksi lapangan.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum beserta seluruh pihak terlibat. Kehadiran ruas Jalan Dadakitan–Malempak ini diharapkan mampu mempercepat distribusi hasil pertanian, sekaligus menjadi akses penting menuju kawasan PLTA," kata Zulkarnain.
Dampak nyata dari hadirnya jalan baru ini pun langsung dirasakan oleh masyarakat akar rumput. Hasrul, seorang Guru di SDN Dadakitan 01, mengenang betapa sulitnya akses pendidikan saat musim penghujan tiba.
"Ya Alhamdulillah, sudah bagus jalan dibanding yang sebelumnya. Dulu kalau hujan jalanannya becek dan berlubang-lubang. Terima kasih untuk Kementerian PU, baik dari pusat, provinsi, dan daerah. Mantaplah!" ungkap Hasrul.
Rasa haru mendalam juga disampaikan oleh Hijrah, salah seorang warga setempat yang telah menyaksikan ketertinggalan wilayah tersebut selama puluhan tahun.
"Sudah sekitar hampir 30 tahun saya tinggal di sini, baru diaspal satu kali ini. Bersyukur sekali akhirnya jalan ini diperbaiki," pungkas Hijrah dengan mata berkaca-kaca. *Jel/red*
