Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Koneksikan Batam–Singapura, Pembangunan Kabel Laut Nongsa Changi Cable Resmi Dimulai

Rabu | Juli 22, 2026 WIB Last Updated 2026-07-22T09:09:14Z
Pembangunan infrastruktur kabel laut Nongsa Changi Cable resmi dimulai yang ditandai dengan prosesi Landing Ceremony di Nongsa Point Marina Resort, Kota Batam, Senin (20/7/2026). Foto: Diskominfokepri

Laporaninformasi.com (Batam) – Aksesibilitas dan konektivitas digital Indonesia di kancah internasional memasuki babak baru. Pembangunan infrastruktur kabel laut Nongsa Changi Cable (NCC) resmi dimulai yang ditandai dengan prosesi Landing Ceremony di Nongsa Point Marina Resort, Kota Batam, Senin (20/7/2026).


Proyek strategis hasil kolaborasi antara Telin (anak perusahaan PT Telkom Indonesia) dan BW Digital ini membentang sepanjang 19,33 kilometer. Kabel bawah laut ini menghubungkan secara langsung hub teknologi Nongsa Digital Park (NDP) di Batam dengan kawasan Changi di Singapura.


Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, yang hadir secara langsung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dimulainya proyek tersebut. Menurutnya, NCC merupakan langkah konkret dalam membangun "jalan tol informasi" yang menghubungkan potensi digital nasional ke pusat teknologi global.


“Infrastruktur ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas internasional Indonesia. Kehadirannya tidak hanya meningkatkan kapasitas jaringan, tetapi juga memperkokoh posisi Batam sebagai gerbang digital Indonesia di kawasan Asia Tenggara,” ujar Nyanyang dalam sambutannya.


Dirancang menggunakan 24 pasang serat optik (fiber pairs), infrastruktur NCC ditargetkan mampu menangani lonjakan lalu lintas data antarpusat data (data center to data center). Fasilitas ini disiapkan guna menopang pesatnya pertumbuhan layanan cloud computing dan pemrosesan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) di kawasan regional.


Nyanyang menambahkan, keberadaan infrastruktur digital ini sangat relevan dengan karakteristik geografi Kepulauan Riau yang 98 persen wilayahnya merupakan lautan dan berada di jalur maritim strategis Selat Malaka.


“Posisi geografis Kepri memberikan nilai geopolitik dan geoekonomi yang sangat besar. Pembangunan infrastruktur digital seperti ini menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing daerah sekaligus mendukung kedaulatan digital bangsa,” tegasnya.


Lebih lanjut, Pemprov Kepri optimistis keandalan jaringan internet yang lebih cepat dan stabil dari NCC akan memicu percepatan ekosistem digital, memperluas investasi teknologi, serta membuktikan bahwa kawasan perbatasan antarnegara dapat menjadi ruang kolaborasi yang saling menguntungkan. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update