Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kemendikdasmen Gandeng Polri dan Himpsi Berikan Pendampingan Psikologis Selama Masa MPLS

Rabu | Juli 15, 2026 WIB Last Updated 2026-07-15T07:06:59Z
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Ramah pada hari kedua di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Foto: Kemendikdasmen

Laporaninformasi.com (Jakarta) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah pada hari kedua di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Kunjungan ini dilakukan guna memastikan hari pertama sekolah bagi murid baru berlangsung dalam suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan.


Dalam kunjungannya, Mendikdasmen mengikuti rangkaian kegiatan "Pagi Ceria" bersama para murid. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Abdul Mu'ti juga menyapa langsung serta berdialog dengan murid-murid baru kelas I yang tengah menjalani masa transisi ke sekolah dasar, sebelum akhirnya membagikan buku sebagai simbol dukungan belajar.


"Alhamdulillah, suasana hari ini terlihat ceria dan anak-anak sudah kembali bersemangat untuk belajar. Tentu kondisi ini merupakan hasil dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kepolisian, Dinas Pendidikan, Himpunan Psikologi, para bapak dan ibu guru, orang tua, hingga jajaran RT dan RW," ujar Abdul Mu'ti usai peninjauan.


Mendikdasmen menegaskan bahwa MPLS Ramah merupakan komitmen kementerian untuk menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif. Selain membantu adaptasi, momen ini dimanfaatkan untuk menanamkan nilai positif sejak dini.


"Anak-anak tampak gembira dan tidak menunjukkan rasa takut. Inilah yang ingin terus kita tumbuhkan sesuai dengan semangat MPLS Ramah. Kami juga ingin anak-anak memiliki kebiasaan yang baik melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, menjalani pergaulan yang sehat, serta bijak menggunakan gawai," ungkapnya.


Demi memperkuat ekosistem pendidikan yang kondusif, Kemendikdasmen menggandeng Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi). Kolaborasi ini bertujuan memberikan pendampingan psikologis serta penyuluhan bagi orang tua agar mampu menciptakan situasi harmonis di lingkungan keluarga.


Mendikdasmen juga memberikan imbauan tegas kepada semua pihak untuk menjaga privasi murid serta tidak menyebarluaskan informasi yang berpotensi memberikan tekanan psikologis kepada anak-anak.


Sementara itu, Kepala SDN Srengseng Sawah 15, Kamtono, menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang persiapan matang sejak sebelum tahun ajaran baru dimulai untuk menjembatani peralihan emosional murid dari jenjang TK ke SD. Sekolah mengedepankan pendekatan persuasif dan komunikasi intensif jika ada murid yang membutuhkan perhatian khusus.


"Sekolah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan orang tua. Karena itu, kita harus bergandengan tangan. Orang tua memiliki peran di rumah, sementara kami memiliki tanggung jawab di sekolah. Bersama-sama kita menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak," pungkas Kamtono. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update