Laporaninformasi.com (Jakarta) – Langkah proaktif Pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional melalui Paket Stimulus Ekonomi Semester II-2026 berbuah manis. Kebijakan insentif dan diskon tarif transportasi massal yang diluncurkan bertepatan dengan periode libur sekolah dilaporkan mendapat respons luar biasa dan terserap optimal oleh masyarakat.
Kebijakan yang diinisiasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto ini menyasar berbagai moda transportasi, mulai dari diskon 30 persen tiket kereta api, diskon 30 persen tarif dasar kapal Pelni, pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP, hingga subsidi penuh Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen untuk tiket pesawat domestik berjadwal kelas ekonomi.
“Kebijakan insentif dan diskon transportasi ini dihadirkan untuk mendorong masyarakat agar lebih banyak bepergian selama periode libur sekolah, sehingga aktivitas ekonomi di berbagai daerah juga ikut bergerak. Hingga saat ini, realisasinya berjalan baik dan penyerapan program oleh masyarakat cukup optimal,” jelas Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, dalam keterangan resminya, Selasa (7/7/2026).
Berdasarkan data Kemenko Perekonomian, realisasi kebijakan diskon tarif kereta api mencatatkan capaian tertinggi. Hingga akhir masa program pada 5 Juli 2026, stimulus ini telah dimanfaatkan oleh 1.303.191 penumpang, atau melonjak hingga 110 persen dari target awal yang ditetapkan sebanyak 1.174.624 penumpang.
Angka pergerakan ini juga meningkat 13 persen jika dibandingkan dengan realisasi periode yang sama pada tahun 2025 lalu yang tercatat sebesar 1.152.581 penumpang. Dengan total realisasi anggaran mencapai Rp90,9 miliar, kebijakan ini sukses meng-cover 150 perjalanan kereta api reguler dan 26 perjalanan kereta api tambahan khusus layanan ekonomi non-penugasan (non-PSO).
k
Capaian signifikan juga ditunjukkan pada moda transportasi penyeberangan laut yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry. Tercatat sebanyak 1.125.088 penumpang memanfaatkan insentif pembebasan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan (setara potongan sekitar 21,11 persen harga tiket). Angka ini setara dengan 93,25 persen dari target 1.206.585 penumpang.
Mobilitas tersebut mencakup 959.880 penumpang dengan 360.141 unit kendaraan (khusus roda dua dan kendaraan pribadi golongan IVA), serta 165.208 penumpang pejalan kaki yang tersebar di 14 pelabuhan penyeberangan dengan 7 lintasan utama.
Sementara itu, untuk program diskon tarif dasar kapal Pelni sebesar 30 persen, realisasi hingga 6 Juli 2026 telah menyerap anggaran sebesar Rp46,9 miliar dan dinikmati oleh 481.503 penumpang (69 persen dari target 693.690 penumpang). Realisasi sektor angkutan laut diproyeksikan akan terus bertambah mengingat periode pelaksanaannya jauh lebih panjang, yakni baru berakhir pada 15 Agustus 2026 mendatang.
Pemerintah optimistis bahwa serangkaian kebijakan stimulus di sektor transportasi ini tidak hanya meringankan beban pengeluaran masyarakat selama masa liburan, tetapi juga menjadi stimulan kuat dalam menggeliatkan roda ekonomi domestik secara merata di berbagai daerah.
"Ke depan, Pemerintah akan terus memantau pelaksanaan setiap program agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran, sehingga mampu memperkuat daya beli masyarakat," pungkas Haryo Limanseto. *Jel/red*
