Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Haru di SRMA 10 Jakarta: Kisah Anak Putus Sekolah yang Kembali Temukan Harapan

Sabtu | Juli 04, 2026 WIB Last Updated 2026-07-04T12:04:43Z
Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri acara Open House di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta, Jumat (3/7/2026). Foto: Kemendagri

Laporaninformasi.com (Jakarta) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri acara Open House di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta, Jumat (3/7/2026). Kehadiran dua tokoh nasional ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan terintegrasi.


Dalam sambutannya, Mensos Gus Ipul menjelaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mengentaskan kemiskinan secara holistik. Program ini tidak hanya fokus pada pendidikan anak, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi orang tua mereka.


"Ini konsepnya, anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan dengan program strategis Bapak Presiden. Kolaborasi dengan Pak Gubernur DKI. Nanti akan dibangun rumahnya, diperbaiki supaya lebih layak huni. Intinya, anaknya lulus, orang tuanya lebih mandiri, tidak bergantung pada bansos lagi," ujar Gus Ipul di hadapan para wali murid dan siswa.


Gus Ipul menambahkan, lulusan Sekolah Rakyat didesain untuk memiliki daya saing tinggi, dengan dua pilihan utama setelah lulus: melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau langsung terserap sebagai tenaga kerja terampil sesuai minat dan bakat.


Saat ini, Sekolah Rakyat telah menjangkau lebih dari 15 ribu siswa yang tersebar di 166 titik di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan lonjakan kuota pada tahun ajaran 2026/2027 dengan menambah lebih dari 32 ribu siswa, sehingga total daya tampung nasional akan mencapai kisaran 45 ribu siswa.


Khusus di SRMA 10 Jakarta, penjangkauan calon siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027 telah mencatatkan 90 siswa jenjang SMA, 90 siswa jenjang SMP, dan 27 siswa jenjang SD. Pihak sekolah menegaskan proses penjangkauan untuk tingkat SD masih terus berjalan hingga kuota terpenuhi.


Merespons perkembangan positif ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan dukungan penuh, termasuk rencana penambahan kapasitas untuk seribu siswa baru di wilayah ibu kota.


"Dari yang sudah berjalan sekarang, kami siap memberikan dukungan sepenuhnya. Tadi saya juga berdiskusi dengan Pak Menteri untuk menambah sekitar seribu siswa lagi di Jakarta," ungkap Pramono penuh emosional, seraya mengenang masa lalunya yang juga berhasil menempuh pendidikan berkat bantuan beasiswa pemerintah.


Di sela-sela acara, Mensos Gus Ipul secara tegas mengingatkan seluruh pengelola sekolah mengenai batasan moral dan hukum yang wajib dijaga. Ia menekankan ada tiga hal yang haram terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat.


"Tidak boleh ada bullying, tidak boleh ada kekerasan fisik maupun kekerasan seksual, dan tidak boleh ada intoleransi. Siapa pun yang melanggar akan kami tindak tegas," kata Mensos.


Acara open house ini juga diwarnai unjuk bakat dari para siswa, mulai dari atraksi baris variasi, tari Gadis Bersolek Betawi, karate, paduan suara, hingga pidato dalam tiga bahasa asing (Inggris, Arab, dan Mandarin).


Kepala SRMA 10 Jakarta, Ratu Mulyanengsih, mengaku terharu dengan transformasi karakter anak didiknya setelah hampir satu tahun berjalan. "Awalnya saya menangis karena melihat keterbatasan mereka. Berbicara kurang lembut, baris belum bisa, antre belum bisa. Sekarang saya menangis karena mereka berubah menjadi anak-anak yang luar biasa," tuturnya.


Salah satu potret keberhasilan program ini tampak pada sosok Muhammad Sesa, seorang siswa yang sebelumnya putus sekolah namun kini dapat kembali mengecap bangku pendidikan, serta Naira Intan Safitri, siswi yatim yang menjadi salah satu pembawa acara meskipun di tengah keterbatasan keluarga.


Gus Ipul menegaskan, kisah-kisah sukses ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir dalam memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar demi menjamin masa depan yang lebih optimis.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Ali Murthadho, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim, serta jajaran pejabat teras Kementerian Sosial. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update