Laporaninformasi.com (Bandung) — Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat pengembangan Sekolah Rakyat. Sinergi lintas kementerian ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Pariwisata dan Sosial di Kampus Dayeuhkolot Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Kamis (23/7/2026).
Melalui kerja sama ini, Kementerian Pariwisata menghibahkan lahan seluas lima hektare di kawasan Poltekpar NHI Bandung untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat, serta dua hektare tambahan untuk fasilitas olahraga terpadu.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa dukungan Kemenpar tidak hanya terbatas pada infrastruktur, melainkan juga penguatan kurikulum pariwisata hingga akses pendidikan tinggi.
"Kami di Kementerian Pariwisata memberikan tanah lima hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat dan dua hektare untuk fasilitas olahraga. Selain itu, kami juga memberikan alokasi kuota 20 persen bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk masuk ke Politeknik Pariwisata melalui skema beasiswa," ujar Widiyanti.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa gedung permanen yang rencananya dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum ini dirancang berkapasitas 2.000 siswa untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Sebagai sekolah berasrama (boarding school), Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera, anak putus sekolah, maupun anak yang belum pernah mengenyam pendidikan melalui penjangkauan berbasis Data Terpadu Surat Keterangan Ekonomi Nasional (DTSEN) tanpa proses pendaftaran formal.
"Sekolah Rakyat ingin menghadirkan proses pembelajaran dengan lingkungan berkualitas dan mempersiapkan anak-anak kita menjadi Generasi Emas tahun 2045," tegas Gus Ipul.
Sejak mulai berjalan pada Juli 2025, program ini telah membuktikan keberhasilannya dalam pembinaan karakter dan akademik siswa. Dalam acara penandatanganan tersebut, para siswa Sekolah Rakyat unjuk kebolehan dengan berpidato dalam empat bahasa asing (Inggris, Arab, Mandarin, dan Jepang), membawakan paduan suara lagu daerah, membaca puisi, hingga menampilkan atraksi karate.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekjen Kemensos Robben Rico, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Dandim 0624/Kabupaten Bandung Samto Betah, Direktur Poltekpar NHI Bandung Anwari Masatip, serta jajaran pejabat utama dari Kemensos dan Kemenpar. *Jel/red*
