Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gandeng BRIN di Program SEHATI, Mendes Yandri Larang Jajaran 'One Man Show'

Kamis | Juli 02, 2026 WIB Last Updated 2026-07-02T05:50:22Z
Mendes Yandri saat memberikan keynote speech dalam acara Sosialisasi Kebijakan Ketahanan Pangan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim di Cikande, Serang, Selasa (30/06/2026). Foto: Kemendes

Laporaninformasi.com (Serang) – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan pentingnya kolaborasi multisektor dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan yang dimulai dari level desa hingga nasional. Terkait hal tersebut, ia melarang keras adanya pihak yang bertindak sebagai aktor tunggal tanpa melibatkan kontribusi elemen masyarakat lainnya.


Pesan kuat itu disampaikan Mendes Yandri saat memberikan keynote speech dalam acara Sosialisasi Kebijakan Ketahanan Pangan Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim di Cikande, Serang, Selasa (30/06/2026).


Salah satu fokus utama yang disoroti adalah pelaksanaan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI), yang merupakan program kerja sama antara Kemendes PDT dengan Bank Dunia (World Bank).


"Saya minta betul bapak ibu tidak one man show. Karena di Program SEHATI ada desa wisata, jangan sampai ada salah satu pihak yang tidak setuju. Desa itu miniatur Republik ini, jadi penting untuk kita kolaborasi," ujar Mendes Yandri di hadapan para kepala desa dan perangkat desa se-Provinsi Banten.


Mendes Yandri menginstruksikan agar seluruh unsur di desa—mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga organisasi kemasyarakatan (ormas)—dilibatkan secara aktif agar program tidak berjalan sendiri-sendiri. melalui konsep octahelix, ia juga mendorong generasi muda untuk kembali ke desa guna memaksimalkan potensi ekonomi desa yang sangat besar.


Untuk mendukung modernisasi di perdesaan, Kemendes PDT secara resmi menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Langkah ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergitas Riset dan Inovasi serta Pemanfaatannya dalam Mendukung Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal.


Kerja sama strategis ini mencakup beberapa ruang lingkup utama, meliputi: Pertukaran dan pemanfaatan data dan/atau informasi perdesaan, Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa serta daerah tertinggal, Penguatan kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan pelibatan aktif pemuda dan Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kelembagaan desa.


Merespons kerja sama ini, Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk terjun langsung ke lapangan guna memastikan teknologi tepat guna dapat diserap oleh masyarakat.


"BRIN siap memberi dukungan, siap mendukung tugas-tugas penting untuk membantu Pak Menteri. Peneliti BRIN akan banyak ke desa untuk bisa memberikan diseminasi teknologi yang semakin lama semakin baik," tegas Arif. Langkah ini juga diharapkan mampu mengawal regenerasi petani agar aktivitas ekonomi di desa terus berkelanjutan.


Selain melalui intervensi teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk, pemerintah juga memastikan penguatan infrastruktur desa akan terus digenjot demi mempermudah konektivitas dan pemasaran hasil produksi.


Agenda strategis ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi, di antaranya Wakil Menteri Desa (Wamendes) Ahmad Riza Patria, Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, Task Team Leader World Bank Jessica Ludwig, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, serta Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update