Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ubah Skema Anggaran Pelatnas Jadi Multiyears, Presiden Prabowo Banjir Apresiasi dari Jajaran Olahraga

Minggu | Juni 21, 2026 WIB Last Updated 2026-06-21T03:50:49Z
Indonesia mencatatkan sejarah besar dengan meraih medali emas di nomor lead pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026 di Praha, Ceko. Foto: Kemenpora

Laporaninformasi.com (Jakarta) — Presiden Prabowo Subianto memberikan komitmen besar dalam memperkuat ekosistem olahraga nasional. Salah satu langkah konkretnya adalah menyetujui perubahan skema pembiayaan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) menjadi sistem tahun jamak atau multiyears. Langkah strategis ini langsung menuai apresiasi tinggi dari para pimpinan federasi olahraga nasional.


Kebijakan baru tersebut awalnya disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, usai melangsungkan pertemuan dengan Presiden di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (19/6).


Menurut Menpora Erick, kepastian program pembinaan jangka panjang tidak dapat bergantung pada skema penganggaran tahunan (single-year). Oleh karena itu, usulan perubahan sistem anggaran ini direspons secara positif oleh Kepala Negara demi masa depan prestasi para atlet di ajang internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.


"Bapak Presiden menanyakan bagaimana persiapan jangka panjang daripada olahraga nasional. Saya bilang ada beberapa hal yang perlu dukungan Bapak, dan beliau langsung menyampaikan dukungan. Kebijaksanaan mengenai anggaran, karena yang namanya pelatnas tidak mungkin dianggarkan per tahun, itu harus multiyears," ujar Erick.


Erick menambahkan, kebijakan baru ini dipastikan akan langsung ditindaklanjuti secara administratif oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Sekretaris Kabinet (Seskab).


Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), Yenny Wahid, menyambut baik dan mengapresiasi tinggi komitmen Presiden Prabowo Subianto. Menurut Yenny, langkah ini adalah jawaban atas kebutuhan mendasar dunia olahraga tanah air.


"Kami mengapresiasi komitmen dan dukungan penuh Bapak Presiden terhadap pelatnas jangka panjang dan kebijakan anggaran multiyears. Bagi kami di FPTI, keberhasilan tidak lahir secara instan. Prestasi dunia hanya dapat diraih melalui pembinaan yang berkelanjutan, terencana, dan didukung penuh secara konsisten," ujar Yenny saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (20/6).


Yenny menilai keputusan Presiden Prabowo sangat strategis karena tidak hanya melihat olahraga sebagai target jangka pendek. "Ini bukan hanya investasi untuk satu atau dua kejuaraan, tetapi investasi untuk masa depan olahraga Indonesia," tegasnya.


Dukungan penuh dari pihak istana ini dinilai hadir di momentum yang sangat tepat. Menpora Erick Thohir sebelumnya membeberkan bahwa saat ini semakin banyak talenta muda Indonesia yang mulai menembus level dunia, seperti pecatur Chelsie Monica yang sukses mengalahkan juara dunia, pebalap motor muda Kiandra Ramadhipa, serta skater berusia 14 tahun, Ni Wayan Malana Fairbrother.


Di sisi lain, cabor panjat tebing Indonesia juga baru saja mencatatkan sejarah besar dengan meraih medali emas di nomor lead pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2026 di Praha, Ceko. Capaian di nomor lead ini menjadi pembuktian baru, setelah sekian lama Indonesia hanya mendominasi di nomor speed.


“Emas dunia di nomor lead yang kami raih di Praha membuktikan bahwa prestasi besar bukanlah hasil kerja sesaat. Dengan pembinaan yang fokus, berkelanjutan, dan didukung penuh oleh negara melalui anggaran multiyears, Indonesia mampu menciptakan sejarah baru dan terus mengibarkan Merah Putih di panggung dunia," tutur Yenny optimis.


Dengan adanya kepastian anggaran multiyears ini, jalannya pelatnas dipastikan tidak akan lagi terhambat oleh kendala birokrasi pergantian tahun anggaran, sehingga para atlet dapat fokus penuh dalam mengharumkan nama bangsa. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update