Laporaninformasi.com (Jakarta) — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara masif memperkuat promosi destinasi pariwisata regeneratif guna mengurai kepadatan wisatawan di kawasan Bali Selatan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui Forum Table Top Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) yang fokus mengangkat potensi koridor 3B, yakni Buleleng (Bali Utara), Jembrana (Bali Barat), dan Banyuwangi.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa Forum Table Top BBWI 3B menjadi solusi konkret untuk mendistribusikan arus kunjungan wisatawan agar lebih merata. Dengan demikian, perputaran ekonomi sektor pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di luar Bali Selatan.
"Program promosi 3B merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kemenpar, pemerintah daerah, dan pelaku industri di ketiga kabupaten. Tujuannya jelas, memperpanjang lama tinggal (length of stay) wisatawan sekaligus meningkatkan nilai belanja mereka menjelang momentum libur sekolah Juni–Juli ini," ujar Ni Made Ayu dalam keterangan resminya di Jakarta.
Langkah diversifikasi destinasi ini didukung oleh tren positif pergerakan wisatawan sepanjang paruh pertama tahun 2026. Data Kemenpar mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) periode Januari–April 2026 menembus 4,68 juta kunjungan, atau tumbuh 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan Bali sebagai pintu masuk utama.
Sinergis dengan wisman, pergerakan wisatawan nusantara (wisnu) pada kuartal I–II 2026 juga meroket hingga 417,06 juta perjalanan, naik 1,48 persen secara tahunan. Pertumbuhan impresif ini menjadi modal kuat Kemenpar untuk menyokong target ambisius 1,2 miliar perjalanan wisnu pada akhir tahun 2026 melalui kampanye nasional #DiIndonesiaAja.
Forum yang telah dilaksanakan pada Rabu (10/6/2026) di Harris Sunset Road, Denpasar, Bali ini sukses mempertemukan para pelaku usaha pariwisata koridor 3B (sellers) dengan agen perjalanan berskala besar (buyers).
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Erwita Dianti, memaparkan bahwa agenda ini diikuti oleh 30 sellers terkurasi yang mewakili sektor akomodasi, jasa wisata, dan desa wisata unggulan, seperti Plataran Menjangan Resort & Spa, Elevate Bali, Puri Dajuma Beach Eco-Resort, hingga Desa Wisata Les.
Di seberang meja bisnis, hadir 90 buyers dari berbagai asosiasi industri ternama seperti ASITA, AITTA, ASPPI, ASTINDO, dan INTOA, serta korporasi perjalanan internasional sekelas TUI Musement dan Pacto.
"Kami mengundang buyers bereputasi tinggi agar tercipta paket wisata alternatif yang berkualitas dan kompetitif. Nilai potensi transaksi dari forum ini diperkirakan menembus angka Rp3,67 miIiar dengan potensi pemesanan produk dan akomodasi mencapai 6.830 orang," jelas Erwita.
Pasca-forum ini, para pelaku usaha dijadwalkan segera menindaklanjuti komunikasi bisnis terkait permintaan contract rate dan agenda peninjauan lokasi (site inspection) guna memastikan kesiapan akomodasi menyambut lonjakan wisatawan pada musim liburan tengah tahun ini. *Jel/red*
