Laporaninformasi.com (Jakarta) — Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) kembali menggelar program "Istana Untuk Anak Sekolah" pada Kamis (25/6/2026). Dalam edisi kali ini, Kemensetneg membuka pintu Istana Kepresidenan Jakarta untuk menyambut kunjungan puluhan santri dari Pondok Pesantren Qurrotu Nafsin.
Rangkaian acara diawali di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, di mana para santri diberikan pemaparan komprehensif mengenai roda pemerintahan. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensetneg, Eddy, memaparkan sejumlah capaian dan program strategis nasional yang tengah berjalan.
Di hadapan para santri, Eddy menggarisbawahi komitmen pemerintah dalam mengevaluasi implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran, serta mengakselerasi konektivitas daerah melalui pembangunan jembatan penghubung.
"Melalui program-program seperti MBG yang terus kita evaluasi agar tepat sasaran, serta pembangunan infrastruktur jembatan untuk konektivitas, pemerintah berkomitmen penuh membangun pondasi masa depan yang kuat," ujar Eddy di hadapan peserta.
Tidak hanya mendengarkan capaian program fisik, para santri juga dibekali wawasan tata negara oleh Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Madya Kemensetneg, Syahrion Teridel. Ia menjelaskan posisi sentral Presiden RI dalam sistem presidensial—yang mengemban tugas sekaligus sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
Syahrion juga membedah fungsi vital Kemensetneg dalam menyokong efektivitas kerja kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Kemensetneg berperan memberikan dukungan teknis, administrasi, dan analisis kepada Presiden dan Wakil Presiden, termasuk pengelolaan agenda kenegaraan hingga koordinasi lintas kementerian," urai Syahrion.
Suasana semakin antusias saat para santri diajak melakukan tur fisik menyusuri area bersejarah Istana Negara dan Istana Merdeka. Didampingi pemandu, mereka mendapat kesempatan langka memasuki ruangan-ruangan penting, mulai dari ruang rapat kabinet hingga ruang kerja Presiden RI.
Tak kalah menarik, para peserta juga disuguhi edukasi langsung mengenai Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), lengkap dengan penjelasan fungsi berbagai seragam dinas khusus yang kerap mereka gunakan saat mengawal kepala negara.
Momen puncak kunjungan terjadi di sela-sela tur, saat para santri berkesempatan bertemu dan berinteraksi langsung dengan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. Meski berlangsung singkat, pertemuan dengan Seskab dinilai memberikan suntikan motivasi dan kedisiplinan yang mendalam bagi generasi muda tersebut.
Milyana Sahara, salah satu pengasuh pondok pesantren putri Qurrotu Nafsin, menyampaikan apresiasi tinggi atas keterbukaan Istana dalam program ini. Menurutnya, kunjungan ini memberikan dampak psikologis dan literasi yang nyata bagi anak didiknya.
“Itulah sebenarnya tujuan dari kami mengunjungi Istana Kepresidenan. Selain untuk literasi, menambah wawasan, dan pengalaman langsung, hal ini juga memotivasi santri untuk mengelola hal-hal baik, untuk meningkatkan kinerja—bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga dari segi pemikiran dan batin,” pungkas Milyana.
Melalui program rutin "Istana Untuk Anak Sekolah" ini, Kemensetneg berharap lingkungan istana tidak lagi berjarak, melainkan mampu menjelma menjadi ruang belajar publik yang inklusif demi menumbuhkan jiwa kepemimpinan bagi generasi penerus bangsa. *Jel/red*
