Laporaninformasi.com (Jakarta) - Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan kepemimpinan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penguatan kelembagaan serta peningkatan kualitas pelayanan pada berbagai program prioritas nasional.
Meski terjadi transisi kepemimpinan, pemerintah memberikan jaminan penuh bahwa seluruh program dan pelayanan BGN, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), akan tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026).
Mensesneg menjelaskan bahwa pemerintah secara berkala terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program-program strategis nasional, termasuk yang berada di bawah komando BGN. Namun, ia menggarisbawahi bahwa proses evaluasi internal ini tidak boleh mengorbankan pelayanan kepada masyarakat.
"Pemerintah akan terus memastikan bahwa selama proses evaluasi yang terus kita laksanakan, seluruh program Badan Gizi Nasional tetap berjalan sebagaimana mestinya," ujar Prasetyo Hadi.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran di dalam instansi tersebut untuk tetap fokus bekerja. "Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali, dan setiap unit kerja di lingkungan Badan Gizi Nasional diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing," tambahnya.
Lebih lanjut, Prasetyo menyebut bahwa pergantian nakhoda di BGN merupakan langkah penyegaran organisasi agar program kerja ke depan bisa dieksekusi secara lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Ia pun menepis kekhawatiran publik mengenai kelanjutan Program MBG yang menjadi salah satu pilar politik Presiden Prabowo Subianto.
"Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional," tegas Mensesneg.
Di akhir keterangannya, Prasetyo berharap restrukturisasi ini dapat meningkatkan kualitas output program MBG. Program ini dinilai tidak hanya krusial untuk sektor kesehatan, tetapi juga memiliki efek domino (multitplier effect) yang kuat terhadap perekonomian nasional dan sektor pendidikan.
"Semoga langkah ini menjadi awal yang baik bagi penguatan pelayanan program Makan Bergizi Gratis agar dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, sebagai bagian dari investasi pendidikan dan sumber daya manusia kita," pungkasnya.
Melalui penguatan struktur organisasi ini, pemerintah optimistis Program MBG mampu menjadi motor penggerak dalam mencetak generasi unggul demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045. *Jel/red*
