Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengintip Kemeriahan Kemilau Nusantara Kepri 2026: Dari Reog, Makyong, hingga Panggung Disabilitas

Senin | Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T11:52:27Z

 

Kemilau Nusantara Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2026, pada Sabtu malam (14/6). Foto: Dikominfokepri

Laporaninformasi.com (Tanjungpinang) – Cahaya lampu berpadu mesra dengan semilir angin laut di Kawasan Gurindam 12 Tepi Laut, Kota Tanjungpinang. Suasana syahdu tersebut menjadi penanda resmi dibukanya agenda tahunan bergengsi, Kemilau Nusantara Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2026, pada Sabtu malam (14/6).


Selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 13 hingga 15 Juni 2026, kawasan yang berhadapan langsung dengan Pulau Penyengat ini disulap menjadi panggung megah yang mempertemukan seni, budaya, dan tradisi dari berbagai penjuru Nusantara.


Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura. Di hadapan masyarakat serta ratusan pelaku seni budaya yang hadir, Nyanyang menegaskan bahwa Kemilau Nusantara bukan sekadar agenda hiburan tahunan biasa.


"Selama tiga hari penyelenggaraan, kawasan Gurindam 12 akan menjadi ruang perjumpaan peradaban yang mempertemukan tradisi dan inovasi dalam satu lanskap budaya yang dinamis," ujar Nyanyang dalam sambutannya.


Nyanyang menambahkan, dengan latar belakang Pulau Penyengat yang sarat akan nilai sejarah, budaya, dan maritim, event ini sukses mempertegas wajah Kepri sebagai daerah yang tumbuh dari keberagaman dan keterbukaan. Kepri, lanjutnya, kembali membuktikan diri sebagai laboratorium kebudayaan Melayu yang hidup di tengah inklusivitas budaya Indonesia.


Lebih dari itu, Nyanyang menyebutkan bahwa Kemilau Nusantara Kepri 2026 merupakan bagian nyata dari komitmen Provinsi Kepri sebagai proyek percontohan (pilot project) pengembangan pariwisata regeneratif di Indonesia.


"Konsep ini menempatkan pariwisata tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai sarana menjaga budaya, memperkuat masyarakat, dan merawat lingkungan. Budaya, ekonomi, pendidikan, dan ekologi harus dapat bergerak bersama," jelas sang Wakil Gubernur.


Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menjelaskan bahwa Kemilau Nusantara Kepri 2026 merupakan salah satu dari 72 kalender event pariwisata (Calendar of Event) yang digelar sepanjang tahun ini di Kepri.

Hasan mengungkapkan, tahun ini panitia sengaja mengangkat tema "Pulau Penyengat sebagai Jembatan Lintas Generasi". Pemilihan lokasi di Gurindam 12 pun sengaja diambil agar posisinya berhadapan langsung dengan Pulau Penyengat yang saat ini tengah gencar direvitalisasi oleh pemerintah daerah.


"Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat. Karena itu, tema ini diharapkan dapat menjadi penghubung antara generasi muda dengan warisan budaya yang dimiliki Kepulauan Riau," kata Hasan.


Optimisme kebangkitan pariwisata Kepri pasca-event ini dinilai sangat realistis. Merujuk pada data yang dipaparkan, tren kunjungan wisatawan ke Kepri terus menunjukkan grafik pertumbuhan yang impresif.


Pada tahun 2025 lalu, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri berhasil menembus angka 2,027 juta orang, sedangkan wisatawan nusantara (wisnu) mencapai 4,369 juta kunjungan. Sementara untuk tahun 2026 ini, per bulan April saja, angka kunjungan wisman sudah menyentuh angka sekitar 647 ribu orang.


"Kami berharap Kemilau Nusantara Kepri 2026 dapat menjadi sarana promosi budaya Nusantara sekaligus memperkuat identitas daerah melalui keberagaman seni dan budaya yang ditampilkan," tutur Hasan optimis.


Malam pembukaan Kemilau Nusantara Kepri 2026 berlangsung sangat meriah dengan suguhan berbagai atraksi multietnik yang mencerminkan kekayaan Indonesia.


Mulai dari atraksi Barongsai, Tari Topeng Jawa Barat, Tari Ayam, Tari Makyong, Medley Nusantara, Tari Dayak Kalimantan, Joget Senyum Memikat, hingga tari-tarian eksotis dari Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses memukau ribuan pengunjung yang memadati lokasi.


Kemeriahan semakin inklusif dan menyentuh hati dengan hadirnya penampilan memikat dari Sanggar Bintan Telani serta pertunjukan seni yang dibawakan oleh kelompok penyandang disabilitas. Seluruh rangkaian malam pembukaan ditutup dengan penampilan enerjik dari Dermaga Musica Band, mengunci malam dengan semangat persatuan dalam keberagaman budaya Nusantara. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update