Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mahasiswa IPB Ekspor Pinang Rp2,2 Miliar, Mendag Dorong Lahirnya Eksportir Muda Melalui Campuspreneur

Minggu | Juni 14, 2026 WIB Last Updated 2026-06-14T13:33:24Z

Mendag Budi Santoso saat menghadiri agenda “Campuspreneur 2026: Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor” di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/6/2026). Foto: Kemendag

Laporaninformasi.com (Bogor)  – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak kalangan mahasiswa dan civitas academica untuk berani mengambil peluang menjadi pelaku usaha dan eksportir muda di tengah tantangan global. Langkah nyata ini diwujudkan melalui Program Campuspreneur yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).


Hal tersebut ditegaskan Mendag Budi Santoso saat menghadiri agenda “Campuspreneur 2026: Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor” di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/6/2026). Hadir mendampingi Mendag, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi dan Kepala BPSDM Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono.


“Kami ingin mahasiswa setelah lulus tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pengusaha dan eksportir. Program Campuspreneur pun bersinergi dengan perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan, pendampingan, hingga penjajakan bisnis (business matching),” ujar Mendag Budi Santoso di hadapan para mahasiswa IPB.


Mendag menjelaskan, mahasiswa yang terpilih dalam program ini akan mendapatkan karpet merah berupa ruang promosi khusus pada ajang internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan digelar pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Produk inovasi mahasiswa akan dipertemukan langsung dengan ribuan pembeli (buyer) dari mancanegara.


Dalam pemaparannya, Kemendag menunjukkan bukti nyata keberhasilan program fasilitasi ekspor. Sepanjang tahun 2025, melalui Program UMKM BISA Ekspor, pemerintah berhasil mencatatkan transaksi ekspor sebesar USD 134,87 juta atau lebih dari Rp2 triliun. Tren positif ini melesat tajam pada periode Januari–Mei 2026 yang telah menembus angka USD 193,88 juta.


“Sebagian pelaku usaha yang telah difasilitasi merupakan eksportir baru, belum pernah menembus pasar internasional. Dengan pendampingan yang tepat, pelaku usaha pemula, termasuk mahasiswa dan startup kampus, memiliki peluang besar untuk memasuki pasar global,” jelas Mendag.


Untuk menyokong target ini, Kemendag mengoptimalkan fungsi 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara, mempercepat perjanjian dagang internasional, serta memperluas pasar domestik melalui kerja sama strategis dengan PT KAI, HIPPINDO, APRINDO, hingga platform digital Shopee.


Program Campuspreneur sendiri diluncurkan serentak sejak 2 April 2026 dan kini telah diikuti oleh 19 perguruan tinggi di Indonesia. Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menyambut baik program ini karena sejalan dengan visi IPB menjadi Technosocial Entrepreneur University. Pihak kampus bahkan berkomitmen mengintegrasikan program ini ke dalam kurikulum agar dapat diakui sebagai bobot kredit (SKS) mahasiswa.


Keseriusan program ini terbukti bukan sekadar teori. Di sela-sela acara, Mendag Budi Santoso melepas secara resmi ekspor komoditas pinang senilai Rp2,2 miliar ke Bangladesh dan Maladewa. Ekspor ini digawangi oleh PT Export Tani Nusantara, sebuah perusahaan yang didirikan dan dikelola sepenuhnya oleh mahasiswa IPB University.


CEO PT Export Tani Nusantara, Al Fiqie, menuturkan bahwa kesuksesan menembus pasar luar negeri bermula dari fasilitas business matching yang diberikan Kemendag sejak tahun lalu.


Bahkan, berkat fasilitasi kepesertaan pameran dagang di Shanghai, Tiongkok beberapa bulan lalu, perusahaannya sukses mengantongi nota kesepahaman (MoU) dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp33 miliar untuk komoditas biji kopi arabika, vanili, kakao, dan pinang.


“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kemendag dan IPB yang selalu mendukung dalam bentuk pelatihan, pendampingan, serta akses pasar melalui business matching,” ungkap Al Fiqie.


Febridha Putri Jusson, salah satu mahasiswa Sekolah Bisnis IPB yang hadir, mengaku termotivasi dengan adanya program ini. "Saya merasa program ini sangat relevan dan menjadi langkah awal yang baik sebagai cikal bakal bagi kami untuk mengetahui tata cara menjadi eksportir," tuturnya optimis. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update