Laporaninformasi.com (Jakarta) – Riuh rendah suara anak-anak memecah keheningan Auditorium Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Rabu (17/6/2026) pagi. Sekitar 100 siswa kelas 4, 5, dan 6 Sekolah Dasar (SD) tampak kompak meneriakkan yel-yel penuh semangat saat ditantang oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendag, Danti Budi Santoso.
“Gimana anak-anak, siap enggak jadi pengusaha cilik hari ini? Kalau siap, coba teriak, ‘Aku Bisa Jadi Bos!’” seru Danti yang langsung disambut gemuruh ucapan “Siap!” dari para peserta.
Anak-anak tersebut merupakan peserta program pelatihan Kidspreneur “DWP Mengajar”, sebuah inisiatif dari DWP Kemendag untuk mencetak wirausahawan masa depan yang berkarakter sejak dini. Mengusung tema ‘Mewujudkan Generasi Kreatif dan Ekonomi Tangguh melalui Inovasi Produk dan Edukasi Tertib Ukur’, pelatihan ini mengajak para siswa untuk akrab dengan istilah metrologi (ilmu pengukuran), penjenamaan (branding), hingga pengemasan produk.
Danti Budi Santoso menegaskan bahwa target dari kegiatan ini bukan sekadar melatih anak-anak untuk langsung piawai berjualan, melainkan menanamkan keberanian dan tanggung jawab moral atas ide yang mereka miliki.
“Mereka diajarkan kenapa harus jujur dalam mengukur suatu produk yang akan dijual serta bagaimana membuat produk yang siap dijual itu menjadi bagus, menarik, dan menyenangkan bagi pembelinya,” jelas Danti.
Suasana pelatihan seketika berubah menjadi studio kreatif yang sibuk saat memasuki sesi praktik. Di atas meja, telah tersaji aneka alat bantu ajar seperti timbangan, alat tulis, wadah kemasan, serta contoh produk camilan mulai dari kerupuk udang, cokelat krikil, hingga camilan keju.
Para peserta diinstruksikan untuk membuat label produk sekreatif mungkin, lengkap dengan ilustrasi desain, keterangan produksi, dan takaran berat produk. Sebelum produk dimasukkan ke dalam wadah kemasan, anak-anak harus menimbangnya terlebih dahulu demi memastikan keakuratan isinya agar sesuai dengan yang tertera pada label.
Fokus tinggi salah satunya diperlihatkan oleh Kenes Nenden, siswi kelas 6 SD Tunas Harapan Ilahi Tangerang. Sambil jemarinya lincah menggambar stiker label, ia sesekali bertukar ide dengan rekan sebangkunya. Tak disangka, karya label buatan Kenes dinobatkan sebagai yang terbaik dalam acara tersebut.
“Hari ini seru banget! Kebetulan saya memang lagi mencoba jualan, jadi ilmu tentang branding ini sangat bermanfaat. Cita-cita saya mau jadi pengusaha, kalau ada acara seperti ini lagi, saya pasti mau ikut,” ucap Kenes sembari tersenyum bangga.
Di tempat terpisah, Sekretaris Jenderal Kemendag, Isy Karim menyambut positif kegiatan ini. Menurutnya, anak-anak di era modern harus diberikan ruang seluas-luasnya untuk berimajinasi tanpa batas.
“Anak-anak di era sekarang bukan hanya menjadi siswa, tetapi bisa jadi pencipta ide. Dari aktivitas sederhana seperti hari ini, benih-benih kreativitas dan inovasi mulai kita harapkan untuk tumbuh sebagai modal penggerak ekonomi masa depan,” tutur Isy.
Acara yang berlangsung semarak ini turut dihadiri oleh Ketua DWP Kemendag Carla Simatupang, Penasihat DWP Kementerian Koperasi Sita Ferry Juliantono, serta para fasilitator ahli dari Direktorat Metrologi serta Direktorat Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag. Tak kalah menarik, hadir pula dua wirausahawan cilik, Neisya Adeghraputri dan Queen Keishamoon Elim, yang sukses menginspirasi teman sebayanya lewat cerita bisnis sederhana yang telah mereka rintis di usia muda.
Sebagai informasi, "DWP Mengajar" merupakan program unggulan berkelanjutan yang diinisiasi sejak peringatan HUT ke-26 DWP tahun 2025 lalu. Memasuki tahun 2026, program ini terus diperkuat sebagai langkah nyata mendukung visi pemerintah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. *Jel/red*
