Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Buka Munas XVIII HIPMI di Lampung, Presiden Prabowo: Nasionalisme Adalah Motor Utama Pertumbuhan Ekonomi

Rabu | Juni 10, 2026 WIB Last Updated 2026-06-10T16:47:19Z
Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada Rabu (10/6/2026). Foto : Setpres

Laporaninformasi.com (Lampung) - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan secara gamblang bahwa semangat nasionalisme bukan sekadar konsep bela negara, melainkan fondasi utama dan motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi serta kemajuan suatu bangsa.


Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang digelar di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada Rabu (10/6/2026).


Di hadapan ribuan pengusaha muda dari seluruh penjuru tanah air, Presiden Prabowo mengajak para peserta untuk menyadari bahwa kemajuan ekonomi sebuah negara tidak akan pernah lahir atau bertahan dengan sendirinya tanpa disokong oleh rasa cinta tanah air yang kuat.


Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memperkuat argumennya dengan mengutip pemikiran sosiolog dan sejarawan terkemuka, Liah Greenfeld, dalam bukunya yang bertajuk The Spirit of Capitalism: Nationalism and Economic Growth.


Menurut Presiden, bahkan para pakar dan pemikir yang menjadi kiblat perkembangan kapitalisme modern pun mengakui bahwa nasionalisme adalah stimulus utama penggerak roda ekonomi.


“Yang saya ambil kalimat terakhir, ‘The sustained growth characteristic of modern economy’. Karakteristik tidak maju, tidak berkembang dengan sendirinya. Pembangunan, pertumbuhan distimulasi dan dipertahankan oleh nasionalisme,” ujar Presiden Prabowo.


Ia menambahkan, sejarah dunia telah membuktikan korelasi erat tersebut. Kebangkitan deretan negara adidaya dan raksasa ekonomi baru di dunia lahir dari rahim semangat kebangsaan yang dipelihara secara konsisten.


“Ini adalah guru kapitalisme. Jepang maju, Amerika maju, seluruh Barat maju, Tiongkok bangkit sekarang, karena nasionalisme,” tegas Kepala Negara disambut tepuk tangan riuh para peserta.


Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyoroti rekam jejak sejarah HIPMI yang sejak awal berdiri selalu mengandalkan napas nasionalisme. Ia menilai organisasi ini memiliki posisi tawar yang sangat strategis sebagai kawah candradimuka dalam mencetak kader pemimpin bangsa di berbagai lini.


“Sebagai wadah dari pengusaha muda, HIPMI adalah suatu wadah yang sangat penting karena wadah ini melahirkan pemimpin-pemimpin. Pemimpin masyarakat, pemimpin ekonomi,” katanya.


Presiden kemudian mengabsen sejumlah tokoh nasional lintas generasi yang lahir dan dibesarkan dari rahim HIPMI, yang sukses menempati pos-pos strategis di struktur pemerintahan serta organisasi nasional.


“Pak Abdul Latif menjadi menteri, menjadi pengusaha pribumi besar. Pak Siswono Yudo Husodo juga berapa kali jadi menteri. Pak Aburizal Bakrie Menko, ketua partai politik besar, dan Ketua Kadin. Sekarang ada Pak Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai Golkar yang besar, beliau juga Menteri ESDM,” papar Presiden memberikan contoh konkret.


Kendati melayangkan apresiasi tinggi atas sumbangsih nyata HIPMI terhadap negara, Presiden Prabowo tidak ragu melempar kritik konstruktif. Ia menantang seluruh pengusaha muda untuk berani merefleksikan kondisi sistem ekonomi nasional saat ini secara jujur, objektif, dan apa adanya.


“Marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri, apa benar-benar sistem ekonomi kita sudah berdasarkan nasionalisme? Marilah kita tanya kepada diri kita sendiri,” tantang Presiden di mimbar.


Menutup arahannya, Kepala Negara mengimbau agar HIPMI tidak terlena dengan kenyamanan bisnis semata, melainkan harus terus mengambil peran aktif sebagai jangkar pertahanan ekonomi yang berlandaskan pada kepentingan kedaulatan bangsa.


“Di tengah peran besar itu, saya mengimbau Saudara-saudara sekalian, bersama-sama marilah kita menatap keadaan bangsa kita dengan jujur,” pungkas Presiden Prabowo. *red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update