Berdasarkan pantauan visual dari rekaman video yang diambil oleh seorang pengendara yang melintas, peristiwa tersebut terjadi di kawasan jalan depan Kampung Madani (sebelumnya dikenal sebagai Kampung Aceh), Muka Kuning.
Para pelaku sengaja memanfaatkan situasi jalan yang sepi dan minim pencahayaan pada malam hari untuk memuluskan aksi ilegal mereka. Dalam video amatir tersebut, terlihat jelas dua orang pria sedang berbagi peran mengeksekusi besi-besi di sekitar area proyek pembatas jalan.
Untuk mengelabui pandangan masyarakat dan pengendara yang lewat, sebagian material besi yang diincar tampak ditutupi menggunakan kain terpal putih berukuran besar.
Menanggapi video yang beredar luas tersebut, gelombang reaksi keras langsung berdatangan dari netizen dan warga sekitar. Pasalnya, hilangnya fasilitas besi pembatas jalan bukan sekadar kerugian materiil bagi daerah, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan para pengguna jalan.
Kondisi jalur Muka Kuning yang tergolong padat kendaraan menjadi sangat rawan kecelakaan di malam hari apabila fasilitas pembatas jalannya dirusak atau hilang.
"Sangat meresahkan kalau dibiarkan terus. Mereka beraksi memanfaatkan gelapnya malam dan seolah tidak takut tertangkap," tulis salah seorang netizen di kolom komentar unggahan tersebut.
Kini, masyarakat Batam, khususnya para pelaju yang kerap melintasi kawasan Muka Kuning, menaruh harapan besar kepada pihak kepolisian dan aparat keamanan setempat.
Warga mendesak agar segera dilakukan patroli intensif secara berkala di titik-titik rawan tersebut. Selain itu, aparat juga diharapkan dapat memburu dan menindak tegas para pelaku "rayap besi" demi mengembalikan rasa aman dan menjaga keutuhan fasilitas publik di Kota Batam. *Jel/red*
