Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bangga! Indonesia Raih Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia 2026

Sabtu | Juni 20, 2026 WIB Last Updated 2026-06-20T05:44:32Z
Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026 yang digelar di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Singapura, Kamis (18/6/2026). Foto: Kemenpar

Laporaninformasi.com (Singapura) — Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang di panggung internasional. Negara kepulauan ini sukses menyabet peringkat kedua sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year dalam ajang bergengsi Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026 yang digelar di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Singapura, Kamis (18/6/2026).


Pencapaian ini menandai lompatan besar bagi sektor pariwisata tanah air. Indonesia berhasil naik tiga peringkat setelah pada tahun 2025 lalu tertahan di posisi kelima dunia.


Mewakili Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi pengakuan global terhadap penguatan ekosistem wisata ramah muslim Indonesia yang kian kompetitif.


"Atas nama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi kepada CrescentRating dan Mastercard atas penyelenggaraan GMTI 2026. Indonesia berhasil meraih peringkat kedua, meningkat dari posisi kelima pada tahun lalu," ujar Bayu Aji usai menerima penghargaan tersebut.


Dalam penilaian tahun ini, Indonesia menorehkan total skor 79. Angka tersebut menjadi capaian skor tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam sejarah pemeringkatan GMTI, sekaligus mencerminkan inklusivitas dan kualitas pariwisata nasional.


Pemeringkatan komprehensif ini didasarkan pada kerangka penilaian ACES yang mencakup 17 indikator utama, meliputi, Access (Akses) Konektivitas udara, kemudahan persyaratan visa, dan infrastruktur transportasi, Communication (Komunikasi)  Kemampuan bahasa, promosi destinasi (indonesia.travel), dan kesadaran pemangku kepentingan, Environment (Lingkungan) Faktor keamanan, utilitas dasar, serta keberlanjutan lingkungan dan Services (Layanan) Ketersediaan masjid/tempat ibadah, makanan halal, fasilitas ramah muslim di bandara dan akomodasi, hingga atraksi berbasis warisan budaya Islam.


Bayu menegaskan, lompatan prestasi ini tidak terlepas dari konsistensi kementerian dalam menggulirkan berbagai program strategis. Salah satunya adalah penguatan sertifikasi halal bagi produk UMKM di berbagai desa wisata.


Selain itu, pemerintah juga sukses mengembangkan 15 destinasi pariwisata ramah muslim melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 yang digarap kolaboratif bersama Bank Indonesia. Langkah ini diperkuat dengan penerbitan pedoman layanan dasar serta petunjuk teknis pengembangan destinasi ramah muslim secara nasional.


Melihat tren pertumbuhan positif dan kesiapan infrastruktur yang terus matang, Kementerian Pariwisata memasang target optimistis untuk merebut takhta tertinggi pada evaluasi GMTI di periode mendatang.


"Kami optimistis dapat kembali meraih posisi teratas sebagai ‘Muslim-Friendly Destination of The Year’ pada tahun depan," kata Bayu Aji dengan yakin.


Prestasi internasional ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi. Tujuannya adalah menghadirkan destinasi yang tidak hanya nyaman bagi wisatawan muslim mancanegara, tetapi juga berdaya saing tinggi di pasar global. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update