Laporaninformasi.com (Batam) — Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menegaskan kesiapannya untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam mengawal dan menjemput peluang dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat demi mempercepat pembangunan di daerah.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Drs. H. Raja Ariza, M.M., usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad dan didampingi Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Zulhidayat, S.Hut., M.M., di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Senin (7/9/2026).
Rakor tersebut difokuskan pada penyelarasan program-program prioritas Pemerintah Pusat, antara lain revitalisasi puskesmas dan laboratorium kesehatan, percepatan penanganan stunting serta tuberkulosis (TBC), peningkatan capaian imunisasi, hingga program Cek Kesehatan Gratis. Selain sektor kesehatan, pembahasan juga mencakup penyediaan rumah subsidi, pasokan air dan listrik, serta pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, mengingatkan pentingnya kesatuan langkah antara pemerintah daerah dan provinsi selaku perpanjangan tangan pusat di daerah.
“Apapun kebijakan dan program Pemerintah Pusat harus kita dukung dengan sungguh-sungguh agar target pembangunan dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan Bapak Presiden untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Ansar.
Menanggapi arahan tersebut, Wawako Raja Ariza menyatakan Pemko Tanjungpinang bergerak cepat menggelar koordinasi internal dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.
Khusus di bidang kesehatan, Ariza mengungkapkan bahwa secara fisik gedung puskesmas telah tersedia di seluruh kecamatan di Kota Tanjungpinang. Kendala utama yang masih dihadapi adalah ketersediaan alat-alat kesehatan (alkes) yang belum memadai.
“Untuk puskesmas dan laboratorium, gedung kita sudah ada di setiap kecamatan. Kendala yang masih kita hadapi adalah ketersediaan alat-alat kesehatan yang belum memadai. Kami berharap Pemprov Kepri dapat memfasilitasi dan bersama-sama mengawal usulan bantuan alkes ke Pemerintah Pusat,” jelas Ariza.
Selain sarana kesehatan, Tanjungpinang juga menghadapi sejumlah tantangan strategis lain seperti keterbatasan anggaran daerah, pemenuhan ketersediaan air, lahan perumahan subsidi, serta penyelesaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Untuk mendukung masuknya dukungan pusat dan investasi swasta, Ariza menambahkan bahwa Pemko Tanjungpinang terus membenahi iklim usaha di daerah.
“Dari sisi pemerintah daerah, kami terus melakukan pembenahan, termasuk memangkas birokrasi dan mempermudah perizinan agar memberikan kepastian bagi investor,” tambahnya.
Mengakhiri keterangannya, Ariza optimistis kolaborasi erat antara daerah, provinsi, dan pusat akan mempercepat realisasi pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga Tanjungpinang. *Jel/red*
