Laporaninformasi.com (Batam) — Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memacu Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai tumpuan utama pembiayaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik. Berdasarkan data APBD 2026 yang tercantum dalam dokumen Finalisasi Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) TA 2027, PAD Batam berhasil menembus angka Rp2,58 triliun.
Jumlah tersebut berkontribusi besar terhadap total APBD Kota Batam yang mencatatkan postur pendapatan dan belanja sebesar Rp4,18 triliun.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menilai tingginya angka penerimaan PAD ini menandakan bahwa roda perekonomian di Kota Batam bergerak sangat positif dan mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah.
"PAD menjadi kekuatan penting dalam menopang pendapatan daerah. Ini juga menunjukkan aktivitas ekonomi di Batam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan," kata Amsakar, Selasa (8/9/2026).
Amsakar merinci, porsi terbesar PAD Batam bersumber dari sektor pajak daerah yang menyumbang hingga Rp2,099 triliun. Penerimaan ini ditopang oleh sembilan sektor pajak utama, meliputi pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, mineral bukan logam dan batuan, PBB-P2, serta BPHTB. Sementara itu, retribusi daerah berkontribusi sebesar Rp305,19 miliar dari retribusi jasa umum, jasa usaha, dan perizinan tertentu.
Guna menjaga laju penerimaan ini, Pemko Batam melalui Bapenda dan BPKAD terus melakukan langkah-langkah optimalisasi. Namun, Amsakar menegaskan strategi yang diambil tidak akan membebani masyarakat maupun pelaku usaha dengan kenaikan tarif pajak.
Sebagai gantinya, pemerintah berfokus pada transformasi digitalisasi perpajakan, pemutakhiran data objek pajak, intensifikasi terukur, penataan reklame berbasis digital (videotron), serta optimalisasi pelunasan piutang BPHTB.
"Yang kita dorong adalah optimalisasi potensi ekonomi daerah. Penerimaan tersebut pada akhirnya digunakan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan yang manfaatnya kembali kepada masyarakat," terangnya.
Mengingat posisi strategis Batam sebagai kota jasa, pariwisata, perdagangan, dan industri, Amsakar berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara target penerimaan daerah dan iklim ramah investasi.
"Pemerintah terus memperluas basis penerimaan dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak, dengan tetap menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi Kota Batam," pungkasnya. *Jel/red*
