Laporaninformasi.com (Makassar) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengajak ribuan pilar sosial dan SDM Program Keluarga Harapan (PKH) se-Sulawesi Selatan untuk memperkuat pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos). Langkah ini ditempuh guna memastikan penyaluran bansos tepat sasaran sekaligus membersihkan data dari indikasi penyalahgunaan.
Hal tersebut ditegaskan Gus Ipul saat menghadiri agenda Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial di Aula Arafah, Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (15/9/2026).
Gus Ipul menyampaikan bahwa keakuratan data merupakan kunci utama efektivitas program perlindungan sosial. Di Sulawesi Selatan sendiri, Kemensos menemukan sebanyak 25.214 keluarga penerima manfaat (KPM) yang terindikasi terkait aktivitas judi online, yang mayoritas dipicu oleh penyalahgunaan identitas KTP warga miskin atau lansia oleh pihak tak bertanggung jawab.
“Bekerja itu harus dimulai dengan data yang akurat agar sasarannya tepat. Banyak kasus lansia sebatang kara tidak dapat bansos, tetapi KTP-nya dimanfaatkan orang lain. Yang seperti ini kita dalami, kita telusuri, dan tetap kita beri bantuan sambil kita luruskan KTP-nya,” tegas Gus Ipul.
Untuk membenahi hal tersebut, Kemensos membuka keran koreksi seluas-luasnya melalui fitur usul dan sanggah. Masyarakat, ketua RT/RW, hingga operator data desa diizinkan mengoreksi atau mendaftarkan ulang warga yang dinilai layak namun belum tersentuh bantuan, termasuk jika terdapat kesalahan pengelompokan tingkat kesejahteraan (desil).
Sebagai instrumen percepatan di lapangan, Gus Ipul menginisiasi pembentukan Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) dalam lingkup Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Agen ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari Karang Taruna, tokoh agama, komunitas, hingga insan pers.
“Agen Perlinsos ini menjadi relawan. Tidak ada upah, tidak ada gaji, tidak ada honor. Bertugas membantu proses pengusulan warga di sekitarnya, yang nantinya tetap diverifikasi sistem dan divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS),” jelasnya.
Kegiatan yang dihadiri seribuan peserta dari unsur PKH, Tagana, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Pelopor Perdamaian ini juga diisi dengan sosialisasi video panduan Agen Perlinsos serta penampilan seni dan pidato empat bahasa dari siswa-siswi Sekolah Rakyat. *Jel/red*
