Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lewat Pameran SHOWCASE, Kemen Ekraf Dorong Trauma Healing Anak-Anak Korban Bencana di Pariaman

Sabtu | September 12, 2026 WIB Last Updated 2026-09-12T04:47:28Z
Aktivasi ekonomi kreatif yang hadir menjawab kebutuhan kemanusiaan sekaligus menumbuhkan karakter anak agar lebih percaya diri," ujar Menteri Ekraf dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026). Foto: Kemenekraf

Laporaninformasi.com (Pariaman) — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) menggelar pameran karya dan aksi melukis bersama bertajuk SHOWCASE: Melukis bersama Asosiasi dan Anak-Anak di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman, Sumatra Barat. Kegiatan yang berlangsung pada 4–6 September 2026 ini melibatkan 100 pelajar SD dan SMP sebagai langkah pemulihan trauma (trauma healing) pascabencana.


Menteri Ekraf menegaskan, program ini merupakan wujud nyata ekonomi kreatif yang hadir secara inklusif untuk merespons kebutuhan sosial kemanusiaan.


"Kami mengapresiasi SHOWCASE di Kota Pariaman yang telah menghadirkan ruang aman bagi anak-anak untuk berekspresi dan pulih melalui seni. Ini adalah contoh aktivasi ekonomi kreatif yang hadir menjawab kebutuhan kemanusiaan sekaligus menumbuhkan karakter anak agar lebih percaya diri," ujar Menteri Ekraf dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).


Program yang digagas melalui Direktorat Seni Rupa dan Seni Pertunjukan ini terintegrasi dalam Program Ekraf Peduli serta Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatra.


Sebelum pameran dibuka, sebanyak 100 siswa dari 42 sekolah di empat kecamatan se-Kota Pariaman telah dibekali melalui proses bootcamp pada 20–22 Agustus 2026 di Balairung Pendopo Dinas Walikota Pariaman. Dalam pembekalan tersebut, para mentor seni dan psikolog mendampingi anak-anak untuk menyalurkan emosi serta pengalaman pascabencana ke dalam bentuk media lukis.


Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemen Ekraf, Yuke Sri Rahayu, menggarisbawahi pentingnya peran seni rupa di luar fungsi komersial. Menurutnya, seni rupa terbukti efektif sebagai instrumen psikososial untuk membangkitkan daya adaptasi dan kreativitas anak.


Hal senada disampaikan Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Dadam Mahdar. "100 karya yang ditampilkan bukan sekadar lukisan, melainkan simbol harapan baru. Anak-anak Kota Pariaman mampu menjadikan seni sebagai bahasa penyembuhan dan ekspresi diri," tuturnya.


Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menyambut positif kolaborasi tersebut dan berharap kegiatan ini dapat mendorong Pariaman menjadi salah satu pusat kreativitas seni rupa di Sumatra Barat.


Rangkaian acara diawali dengan pertunjukan Tari Galombang dari Sanggar Seni Mustika Minang, disusul talkshow kesehatan mental bersama psikolog anak Rifdha Wahyuni, hingga puncaknya dilakukan penganugerahan bagi 10 karya lukis terinspiratif kategori SD dan SMP.


Melalui pendekatan berbasis komunitas ini, Kemen Ekraf berkomitmen melanjutkan pemulihan pascabencana yang berimbang antara pembangunan fisik dan rehabilitasi kapasitas mental generasi muda. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update