Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dorong Ekonomi Lokal, Kemen Ekraf Siapkan Pemuda Aceh Tamiang Masuk Industri Kopi Modern

Sabtu | September 12, 2026 WIB Last Updated 2026-09-12T04:58:15Z
Kemen Ekraf menggelar program Ekraf Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya di Aceh Tamiang, Jumat (11/9/2026). Foto: Kemenekraf

Laporaninformasi.com (Acehtamiang) — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) menggelar program Ekraf Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya di Aceh Tamiang, Jumat (11/9/2026). Langkah strategis ini dilaksanakan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana sekaligus menindaklanjuti Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.


Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga pemulihan mata pencaharian warga melalui peningkatan kompetensi SDM.


"Di Aceh sendiri, terdapat 103 penugasan yang dilakukan sampai akhir tahun di seluruh kabupaten/kota. Kami ingin memastikan para pelaku ekonomi kreatif di Aceh Tamiang mendapatkan peningkatan kompetensi dan sertifikasi yang dibutuhkan untuk memulihkan mata pencaharian serta memperkuat daya saing usaha mereka," ujar Teuku Riefky saat meninjau langsung pelaksanaan kegiatan di Aula Sekretariat Daerah Aceh Tamiang.


Program ini berfokus pada Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) serta uji kompetensi skema barista. Pemilihan skema ini ditujukan untuk merespons pesatnya alih bentuk warung kopi tradisional menjadi kedai kopi modern di kawasan perbatasan Aceh–Sumatra Utara.


Melalui standardisasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), para pemuda setempat disiapkan untuk memenuhi kualifikasi industri hospitality.


"Sertifikasi barista itu sangat penting karena kompetensi adalah bagian dari kualitas dan profesionalisme. Tugas kita bukan sekadar membuat kopi, melainkan memberikan pelayanan terbaik. Mari bangkit penuh semangat!" pangkas Teuku Riefky.


Rangkaian acara diawali dari pendaftaran 112 peserta yang mengikuti pembekalan teori dan praktik pembuatan kopi. Dari hasil evaluasi, sebanyak 86 peserta terpilih melanjutkan ke tahap uji kompetensi di hadapan tim penguji Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PARSI. Peserta yang dinyatakan lulus akan mengantongi Sertifikat Kompetensi Resmi berlisensi BNSP.


Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyambut hangat hadirnya program tersebut dan mengizinkan pemanfaatan fasilitas pemerintah untuk kegiatan kreatif anak muda.


"Ruang pemerintah silakan digunakan untuk kegiatan kreatif, karena ekosistem kreatif sangat baik untuk kita, dengan anak muda sebagai pendongkraknya. Terima kasih kepada Kementerian Ekraf atas penyelenggaraan kegiatan yang bermanfaat ini," tutur Armia.


Kemen Ekraf memastikan program ini dirancang secara berkelanjutan dan akan dievaluasi berkala untuk mereplikasi kegiatan serupa di wilayah terdampak bencana lainnya. *Jel/red*

- advertisement -

×
Berita Terbaru Update