Berdasarkan data sementara, KM Virgo Transport 8 mengangkut total 240 penumpang dan kru, yang terdiri atas 210 penumpang umum dan 30 awak kapal.
Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 113 korban telah berhasil dievakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, 107 orang dinyatakan selamat, sementara 6 orang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Guna mempercepat proses pencarian korban yang belum ditemukan, TNI AL mengoperasikan kombinasi kekuatan unsur laut dan udara di sekitar titik koordinat kejadian: Unsur Laut KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936, serta KAL Kumai II-13-51 dan Unsur Udara Pesawat intai maritim CN-235 MPA P-8301, Helikopter AS 365 N3+, dan Helikopter Panther.
Operasi SAR di lapangan melibatkan sinergi lintas instansi, meliputi Kantor SAR Banjarmasin, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi, Pelindo, serta Pangkalan TNI AL (Lanal) Banjarmasin.
Jalannya evakuasi dan penyisiran dipantau langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, serta jajaran Forkopimda Kalimantan Selatan, termasuk Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra.
Pihak TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus memaksimalkan seluruh kemampuan alutsista dan personel dalam mendukung operasi pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan, sebagai bagian dari pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP). *Jel/red*
