Laporaninformasi.com (Batam) — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kebudayaan Melayu merupakan fondasi utama identitas Kota Batam yang wajib dijaga serta dilestarikan. Tak hanya sebagai warisan sejarah, kekayaan seni dan budaya Melayu juga dinilai memiliki nilai strategis dalam memperkuat daya tarik pariwisata daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri acara penutupan Sembang Budaye yang diselenggarakan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) wilayah timur di Lapangan Bola Legenda Malaka, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, Minggu (13/9/2026) malam.
Kegiatan yang mengusung tema “Menjulang Adat dan Marwah dengan Merangkai Seni Budaya Melayu” ini melibatkan masyarakat dari enam kecamatan di wilayah timur Batam, yakni Bulang, Galang, Nongsa, Batam Kota, Sungai Beduk, dan Bengkong.
"Ini adalah ikhtiar kita untuk meletakkan secara jelas identitas negeri," kata Amsakar di hadapan ratusan warga yang memadati lokasi acara.
Amsakar menekankan bahwa pelestarian adat dan budaya tidak boleh berhenti pada tataran seremonial semata. Menurutnya, Pemerintah Kota Batam berkomitmen menghadirkan langkah nyata melalui regulasi dan kebijakan hukum guna memberikan kepastian terhadap keberlangsungan warisan Melayu.
Saat ini, Batam telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau di Kota Batam. Selain itu, Pemko Batam bersama pihak terkait juga tengah memfinalisasi Peraturan Daerah tentang Kampung Tua.
“Dua Perda ini semakin menegaskan bahwa keberpihakan terhadap negeri ini melalui budaya harus betul-betul nyata,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota berharap kegiatan seperti Sembang Budaye dapat diselenggarakan secara berkelanjutan karena mampu memberikan dampak ekonomi dan pariwisata.
“Melalui suguhan budaya ini dapat memberikan nilai tambah bagi Batam untuk menegaskan Batam sebagai destinasi wisata budaya,” tutur Amsakar.
Sementara itu, Ketua Umum LAM Kepri Kota Batam, Raja Muhammad Amin, menjelaskan bahwa ajang Sembang Budaye digelar dalam rangka memperingati Sempena Hari Jadi LAM Batam ke-26. Acara ini dirancang sebagai wadah silaturahmi sekaligus sarana memperkenalkan kembali khazanah seni budaya Melayu kepada generasi muda.
Raja Muhammad Amin juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemko Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad terhadap penguatan kelembagaan adat.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Wali Kota Batam karena di era beliaulah LAM memiliki Perda,” ujarnya.
Malam penutupan Sembang Budaye berlangsung meriah dan hangat. Beragam atraksi seni ditampilkan, mulai dari Joget Lambak, Joget 60-an, Tarung Pantun, hingga lantunan Gurindam 12. Kemeriahan makin terasa dengan kehadiran penyanyi asal Malaysia, Roger Kajol, serta penampilan dari Grup Malaykustik.
Suasana keakraban tampak saat Wali Kota Amsakar Achmad ikut berjoget bersama warga di tengah alunan musik Melayu.
Setelah merampungkan agenda di wilayah timur, rangkaian Sembang Budaye dijadwalkan bakal berlanjut ke wilayah barat Kota Batam, yang dipusatkan di Kecamatan Sekupang pada 3 Oktober 2026 mendatang. *Jel/red*
